Christian Eriksen bersemanÂgat untuk menghadapi duel ini. Jika berhasil untuk pertama kalÂinya Denmark kembali ke babak 16 besar sejak 2002.
Gelandang serang Tottenham Hotspur itu mencetak gol indah dengan tendangan kaki kiri untuk membuka skor dalam pertandingan imbang 1-1 melawan Australia di Samara pertengahan pekan ini.
Sebuah keputusan penalti VAR yang kontroversial untuk Socceroos dan dikonversi oleh Mile Jedinak, mencegah Denmark untuk mendapatkan kemenangan. Namun kemenangan 1-0 Prancis atas Peru membuat pasukan Age Hareide hanya perlu hasil imbang dan meraih posisi minimal runner up Grup C.
"Melawan Prancis akan menÂjadi permainan yang berbeda dan permainan yang menyenangkan untuk dimainkan. Mereka adaÂlah tim yang sangat kuat, merÂeka memiliki skuad yang sangat dalam. Kami masuk ke dalam pertandingan dengan banyak kepercayaan diri dan semoga itu akan sama setelah pertandingan nanti," tambahnya.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat, sangat berbeda (melÂawan Prancis). Kami berharap lebih dari pertandingan melawan Peru dan Australia, tetapi semua pertandingan berjalan dengan senÂgit dan ketat. Ada kemungkinan di kedua ujung lapangan dan dengan VARselalu ada kemungkinan ekÂstra untuk mendapatkan sesuatu," lanjut Eriksen.
Di dua pertandingan pertama Denmark, suporter Tim Dinamit kalah banyak dari lawan. Eriksen mengatakan bahwa tim nasional mereka paham bahwa tidak muÂdah bagi fans untuk melakukan perjalanan ke Rusia.
"Kami telah ditanya itu beberÂapa kali, itu tergantung seberapa jauh kami melangkah. Semakin banyak pendukung yang datang, maka semakin baik bagi kami untuk melangkah jauh. Bahkan 1.000 pendukung yang ada di sini sangat mengesankan, kami tahu betapa sulitnya untuk samÂpai di sini," lanjutnya.
"Kami memiliki pengalaman itu dengan keluarga kami, sangat sulit untuk mendapatkan tiket tetapi jika tidak di sini mereka dapat mengadakan pesta di Denmark," pungkasnya.
Gelandang Prancis Paul Pogba menyebut pertandingan itu akan berjalan seru. Bagi kedua tim kemenangan akan membawa merÂeka menjuarai Grup C. Namun jika Denmark kalah dan Australia mampu menang dengan marjin 3 gol, The Dynamite bakal tersingÂkir dari Piala Dunia.
"Denmark memiliki tim yang sangat bagus dengan pemain-pemain berkualitas, akan tetapi Perancis juga dan aku tahu mereka telah menonton dan mempelajari kami juga. Kami (Perancis dan Denmark) ingin finis sebagai pemuncak. Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa," ucap Pogba kepada fifa.com.
Denmark dan Prancis pernah bertemu di Piala Dunia sebanyak dua kali (1998, 2002) dan semuanya di pertandingan terakhir babak grup. Prancis menang pada edisi 1998 dan Denmark unggul 2-0 pada Piala Dunia 2002 Korea/Jepang. Ini menÂjadi kemenangan satu-satunya bagi Denmark dari tujuh laga terakhir kontra Prancis. ***
BERITA TERKAIT: