"Kalaupun ada yang menginginkan jabatan saya tunggu empat tahun lagi. Saya mau damai. Kita koordinasikan pekerjaan ini, karena ini adalah pekerjaan mulia," kata Edy Rahmayadi, dengan intonasi yang tegas.
Ia menambahkan bila pesan ini bisa diartikan, jangan sampai ada manuver terkait jabatan ketum PSSI atau mau menjadi pengurus.
"Masa pengurus ini empat tahun. Kalau mau jadi ketua umum PSSI, jangan mulai sekarang gerabak-gerubuk. Lobi sana, lobi sini," kata Edy.
Namun Edy mengaku bukan orang yang antikritik.
"Berdebat oke, tapi tolong jangan berdebat kalau belum tahu. Cari tahu dulu, cari masalahnya, baru dialog. Jangan asal berdebat," ujarnya.
Ditanya soal jabatan baru Iwan Budianto yang menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum, secara tegas Edy mengatakan itu tidak melanggar Statuta FIFA.
"Statuta hanya menentukan jumlah.Jumlah Exco tetap hanya kami memfungsikan, kan tidak mungkin ada waktu ketua ada dua orang," katanya.
Edy menambahkan, rencananya Iwan akan diberikan tugas sebagai CEO PT Liga Indonesia Baru. Perusahaan pengelola yang baru inilah yang nantinya akan mengelola kompetisi.
"Untuk kompetisi dipegang oleh PSSI yang diketuai oleh Iwan Budianto dengan nama perusahaan baru, PT Liga Indonesia Baru," kata Edy.
Iwan Budianto adalah wakil ketua umum PSSI yang sekarang dalam kepengurusan diubah menjadi kepala staf ketum. Iwan Budianto juga saat ini masih menjabat sebagai CEO Arema FC.
Sayangnya usai pelantikan Iwan Budianto belum mau terbuka menjelaskan soal akan memimpin perusahaan untuk menjalankan kompetisi profesional. "Minta keterangan kepada Sekjen PSSI. Nanti juga ada rapat Exco di Makostrad mulai pukul 14.00 WIB," kata Iwan.
[wid]
BERITA TERKAIT: