The Foxes menang 2-1 saat melawan Club Brugge di King Power Stadium, dinihari, keÂmarin. Klub asuhan Raineri itu membuka kemenangan lewat gol Shinji Okazaki pada menit 5 dan digandakan Riyad Mahrez menit 30.
Dengan satu laga tersisa, Leicesiter dipastikan lolos sebagai juara grup.
Kemenangan itu membuat jawara Liga Premier League Inggris itu melaju ke babak 16 besar. Malah posisi mereka sebagai pimpinan klasemen Grup Gtak akan tergeser.
"Kami memulai pertandingan tadi dengan baik, kami bisa menekan lawan, mencetak gol, dan menjaga penguasaan bola," kata Ranieri.
Laju mulus itu membuat Ranieri ingin menularkannya pada performa mereka di Premier League yang terseok-seok. Faktanya, kemenangan Leicester di Liga Champions (4 kemenangan) lebih banyak ketimbang di liga Inggris (baru 3 kemenangan).
"Kami telah menjadi juara grup, penting buat kami untuk segera mengembalikan fokus ke Premier League," ujarnya.
Sementara, Mauricio Pochettino harus menerima pil pahit dengan tersingkirnya Tottenham Hotspur dari Liga Champions. Dia menyadari The Lily Whites memang tak layak melaju lebih jauh.
"Kami tak layak melaju ke babak berikutnya karena kami tak menunjukkan kualitas yang cukup, kata manajer Spurs," dikutip
BBC. Spurs tereliminasi dari Liga Champions di babak grup setelah dikalahkan AS Monaco 1-2 dalam laga di Stade Louis II, kemari. Kekalahan itu menjadi kekalahan ketiga dalam lima pertandingan yang sudah dilakoni. "Kami kecewa, tapi kami mempunyai waktu untuk menilai dan menganalisis," ujarnya.
Dalam laga tersisa, Spurs cuma hanya mempunyai peluang berebut peringkat ketiga untuk penentuan siapa yang akan tampil dalam Liga Eropa dengan CSKA
Moskow. Saat ini, CSKA Moskow mengoleksi nilai 3 dari tiga kali seri dan jadi juru kunci Grup E. Sementara, Monaco melaju ke babak 16 didampingi Bayer Leverkusen.
Pada persaingan Liga Inggris, Spurs ada di peringkat kelima dengan nilai 24. Mereka berjarak satu poin dari Arsenal yang ada di urutan keempat. ***
BERITA TERKAIT: