"Saya bertarung dengan tenÂang. Saya mendedikasikan keÂmenangan ini untuk masyarakat Meksiko yang Jumat (16/9) lalu, merayakannya," kata Canelo.
Hasil ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sebelumnya jika Smith bukan lawan sepadan Canelo. Meskipun ia mampu mengimbangi berat badan petÂinju Meksiko dengan bobot 70 kg, namun kekuatan pukulannya tidak meningkat.
Hal inilah yang terlihat sepaÂnjang pertarungan. Smith yang berusaha keras untuk menjatuhÂkan Canelo di pertarungan ini malah keteteran menghadapi puÂkulan kidal lawannya tersebut.
Petaka akhirnya datang di ronde ketujuh. Kombinasi puÂkulan kanan-kiri Canelo berhasil meruntuhkan Smith ke kanvas untuk pertama kalinya sepanjang kariernya.
Mungkin itu merupakan keÂjutan besar buat petinju kelahiÂran Inggris tersebut, namun ia tetap menunjukkan semangatnya dengan mengurung pertahanan lawan di waktu tersisa.
Alih-alih ingin membalas perlakuan Canelo, Smith malah tumbang untuk kedua kalinya dan itu terjadi di ronde kedelaÂpan. Peristiwa itu terjadi ketika pukulan kidal petinju Meksiko tepat mengenai rusuk lawannya di 30 detik waktu tersisa.
Mengetahui lawannya sudah tak berdaya Canelo mencoba untuk bermain bertahan sambil menunggu momentum melepasÂkan pukulan di ronde kesembiÂlan. Strategi itu bisa dibilang cukup ampuh lantaran sekali melakukan serang ia mampu mengakhiri pertarungan.
Ya, Smith terkapar ketiga kaÂlinya di pertarungan ini setelah pukulan kidal Canelo mengenai tulang rusuk bagian kanan, dan Luis Pabon akhirnya menghenÂtikan pertarungan saat waktu masih tersisa 2 menit 28 detik. Sontak, kemenangan itu langÂsung disambut 51.240 ribu peÂnonton di AT&T Stadium.
"Saya tahu bagaimana saya harus berlatih. Saya ingin memÂberikan fans sebuah pertarungan besar, itulah yang saya lakukan," kata Canelo.
Dengan demikian Canelo mempertajam rekor menjadi 48-1-1 (34 diantaranya menang KO). Sedang Smith menjadi 25-1-1 (23 diantaranya menang KO). ***
BERITA TERKAIT: