Kepastian tempat digelarnya Kongres Pemilihan Exco PSSI 2016-2020 ini diputuskan dalam rapat Exco PSSI 2014-2016, yang berdasarkan Kongres Luar Biasa (KLB) Rabu lalu dipimpin oleh Hinca Panjaitan hingga ke saat berlangsungnya Kongres Pemilihan.
Hinca disetujui sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI setelah KLB mengesahÂkan pengunduran diri Ketua Umum PSSI 2014-2018, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Sehubungan dengan Kongres Pemilihan, beberapa nama kandidat ketua umum dan bakal calon anggota Komite Eksekutif kini sudah ramai beredar.
Kendati demikian, untuk poÂsisi ketum, nama balon suÂdah semakin mengerucut ke Eddy Rahmayadi, Pangkostrad. Jenderal berbintang tiga ini bahÂkan disebut-sebut sudah direstui oleh Presiden Jokowi.
Kian melejitnya nama Eddy Rahmayadi juga tidak terlepas dari sikap legowo yang ditunÂjukkan oleh seniornya, Jenderal (Purn) Moeldoko. Beberapa sumber menyebutkan, Muldoko yang eks Panglima TNI itu semula akan dimajukan oleh sebuah kelompok pemilik suara (
voters) PSSI.
Namun, Moeldoko kemudian menarik diri setelah rencana pencalonannya "didiskusikan" dengan Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima TNI saat ini. Sementara itu, terkait dengan perebutan kursi untuk 14 angÂgota Exco, ada permintaan, imbauan bahkan desakan agar mereka yang akan maju dalam pertarungan itu benar-benar mewakili unsur yang menduÂkung penciptaan sepakbola Indonesia yang profesional dan komprehensif.
Untuk itu, disebutkan jika alangkah eloknya jika para pengelola klub, atau mereka yang menjadi pemilik, CEO, tidak mencalonkan diri. Itu adalah salah satu dari imbauan dari mantan-mantan pelaku sepakbola yang dimasa jayanya mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas regional bahkan global.
Para mantan pemain nasional seperti Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Didik Darmadi, Berty Tutuarima, mengakui bahÂwa mereka mengikuti dan mencermati dengan seksama agenÂda besar sepakbola Indonesia mendatang itu, yakni Kongres Pemilihan PSSI 2016-2020 tersebut. ***
BERITA TERKAIT: