Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Pemprov Sumsel Gandeng PMI

Kamis, 05 November 2015, 09:49 WIB
Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Pemprov Sumsel Gandeng PMI
alex noerdin/net
rmol news logo Meski bukan daerah kaya, setidaknya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam pertemuan dengan pengurus dan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC), kemarin, seperti dilansir RMOLSumsel.Com.

Dalam paparannya, Gubernur Sumsel memperlihatkan cuplikan video tentang keberhasilan Pemprov Sumsel menyulap rawa-rawa di tengah Kota Palembang, menjadi kompleks olahraga dalam satu kawasan yang kini sudah mengantongi sertifikat berstandar internasional.

Alex pun meminta pengurus PMI Pusat dapat memberikan masukan berarti kepada pemerintah pusat. Dengan demikian, penilaian provinsi mana yang siap menyelenggarakan Asian Games 2018 dapat dilakukan sesuai fakta apa adanya.

Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita setelah mendengarkan paparan Alex dan video tentang sekelumit kemajuan Provinsi Sumsel tampak puas. Ia pun memberikan pujian.

"Inilah contoh bagaimana seorang kepala daerah. Peserta Jumbara, kalian bisa bangga punya pimpinan seorang gubernur seperti beliau. Kalau mencari teladan tidak usah jauh-jauh. Beliau bisa menyulap daerah rawa dalam satu tahun. Kalau dulu, Palembang sebagai pusat peradaban, dan akan menjadi pusat Asian Games 2018. Mudah-mudahan akan lebih banyak cabang olahraga di sini. Kalau tidak, Jakarta akan bertambah macet," ungkap Ginandjar.

Pertemuan PMI ini, lanjut Ginandjar, sekaligus memperingati Hari Jadi PMI, yang deklarasinya pada 17 September 1945, sebulan setelah kemerdekaan RI diproklamasikan oleh bapak pendiri bangsa, Soekarno-Hatta.

"Palang Merah tidak membedakan warna kulit dan ideologi. Dalam perjuangan kemerdekaan, para relawan Palang Merah Indonesia di Malang ditembak mati oleh Belanda karena tidak mau memberitahukan di mana gerilyawan berada," ulasnya.

Adanya Palang Merah Remaja (PMR) dan organisasi Palang Merah di perguruan tinggi, menurut Ginandjar, memiliki arti penting dalam pergerakan di bidang kemanusiaan.

"Relawan perguruan tinggi sangat strategis. Karena semangat pengabdian tanpa pamrih, dapat dijadikan modal untuk dimiliki oleh pemimpin negara.," katanya.[wid]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA