Taekwondoin Cilik Indonesia berjaya di Kejuaraan Dunia Yunior

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 13 Agustus 2015, 03:27 WIB
rmol news logo Atlet asal Yogyakarta Erviko Andrea Prameswari berhasil mempertahankan predikat sebagai Juara Dunia Taekwondoin Cilik di arena World Children Taekwondo Union  yang berlangsung di Muju Korea Selatan 7-12 Agustus. Total Indonesia merebut delapan emas tiga perak satu perunggu di event ini.

Peraih dua emas di  Kejuaraan serupa di Sindelfigen Jerman 2013 lalu, sukses mempertahankan tradisi dua emas  di Korea Selatan. Emas pertama Erviko dihasilkan di nomor Individu U-13 dan emas kedua di nomor berpasangan dengan Master Alfian Alfeus Bangun.

"Pada Kejuaraan serupa di Jerman 2013 lalu Erviko turun di kelas dibawah 11 tahun , dan di sini ia turun di kelas dibawah Usia 13 tahun," kata Lessitra Draningrati pelatih tim Taekwondo Cilik, dalam surat elektroniknya Kamis dini hari WIB (13/8).

Lebih lanjut Lessitra mengemukakan, penampilan Erviko di World-CTU ini adalah kesempatan terakhir. Sebab tahun depan ia sudah tidak bisa lagi turun di arena World-CTU mengigat usianya sudah masuk kategori 14 tahun.
"Ini kesempatan terakhirnya di World-CTU karena event ini hanya diperuntukkan Pra Yunior kategori Usia 6-13 tahun," ujarnya.

Taekwondoin cilik Indonesia lainnya yang berhasil menggondol medali emas di kategori Usia dibawah 7 Tahun  putra atas nama Maheswara Bramantyo (DKI), kemudian Omri Yunanto Sesfao (NTT) yang turun di kategori Usia 11 Tahun dan 11 tahun putra, Syallomitha Gosal (Sulut) di kategori usia 12 tahun, Marsellino Arya Wiryawan  (Lampung ) di kategori 11 Tahun putra dan Excabelino Aditya Paundra (Jateng) di kategori 12-13 Tahun.

Sementara tiga perak dipersembahkan Alberth Aditya Deta Henuk (Jateng) kategori usia 13 tahun, Rafael Figo Armando Fousta (Jateng) di kategori Usia 10-11 tahun dan Erviko di Kategori Poomsae Pairs berpasangan dengan Master Azhari.

Turnamen World CTU diikuti 43 negara. Indonesia mengirimkan 10 atletnya di ajang ini.

Sementara itu dari Arena International Club Taekwondo Organization ,ICTO yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam 7-9 Agustus, Taekwondoin UTI Pro kategori Kyorugi kembali mengukir prestasi gemilang dengan menggondol empat emas enam perak dan enam perunggu.

Opppy Danena Ginting (Sumut) sukses merebut dua emas, dari kelas Olimpik 67 kg dan reguler 67 kg. Dua medali emas lainnya lewat Stefhani Elizabeth (Lampung) kelas Bantam dibawah 52 Kg putri, Ririn Agustina (DKI) kelas ringan dibawah 62 Kg putri.

Pembina YUTI/UTI Pro Grand Master Lioe Nam Khiong menilai, try out yang dilaksanakan UTI Pro ini menunjukkan kemajuan pesat mengingat hasil yang dicapai memperlihatkan peningkatan dalam perolehan medali.

"Selaku Pembina Saya melihat pencapaian para atlet sudah cukup baik, berdasarkan  dari rangkaian try out di beberapa event yang telah dijalani. Mudah mudahan  prestasi ini bisa djaga dan terus ditingkatkan lagi," ujar Lioe yang juga Vice President World Children Taekwondo Union. [zul]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA