Fakta Kesehatan dan Tips Aman Berolahraga Saat Puasa

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Jumat, 13 Februari 2026, 09:00 WIB
Fakta Kesehatan dan Tips Aman Berolahraga Saat Puasa
Ilustrasi olahraga. (Freepik)
rmol news logo  Banyak orang beranggapan bahwa ibadah puasa adalah waktu untuk menghentikan total aktivitas fisik demi menghemat energi.

Padahal, berhenti berolahraga justru dapat memicu penurunan massa otot dan memperlambat metabolisme tubuh secara signifikan.

Kunci utama untuk tetap bugar bukanlah dengan berhenti bergerak, melainkan dengan menerapkan tips aman berolahraga saat puasa yang berfokus pada penyesuaian waktu dan intensitas.

Tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, dan dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa produktif berolahraga tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Menemukan Golden Hour

Pemilihan waktu yang tepat merupakan fondasi utama dalam menjaga stamina. Para ahli kesehatan merekomendasikan dua waktu terbaik olahraga saat puasa untuk meminimalisir risiko kesehatan.

Waktu pertama yang paling ideal adalah menjelang berbuka, sekitar 30 hingga 60 menit sebelum adzan Maghrib.

Momen ini sering disebut sebagai golden hour karena tubuh segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi begitu sesi latihan selesai, sehingga risiko hipoglikemia atau gula darah rendah dapat segera diatasi.

Alternatif waktu kedua adalah setelah ibadah salat Tarawih, di mana tubuh sudah terhidrasi kembali dan memiliki cadangan energi yang cukup dari makanan berbuka untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang sedikit lebih tinggi.

Manajemen Intensitas dan Jenis Latihan

Selama bulan Ramadan, pola pikir latihan harus bergeser dari peningkatan performa menjadi pemeliharaan kebugaran. Sangat disarankan untuk menurunkan intensitas latihan sekitar 30 hingga 40 persen dari kapasitas maksimal biasanya.

Hindari olahraga dengan intensitas tinggi yang memicu keringat berlebih di siang hari karena dapat mempercepat dehidrasi.

Sebagai gantinya, pilihlah jenis olahraga ringan puasa yang berdampak rendah namun efektif menjaga sirkulasi darah, seperti jalan cepat (brisk walking), yoga, pilates, atau latihan beban ringan.

Fokus utamanya adalah menjaga otot tetap aktif dan fleksibel tanpa memberikan stres metabolik yang berlebihan pada tubuh yang sedang berpuasa.

Strategi Hidrasi dan Tanda Peringatan Tubuh

Aspek paling krusial untuk mencegah dehidrasi dan olahraga puasa adalah manajemen asupan cairan.

Karena jendela waktu minum yang terbatas, Anda perlu menerapkan strategi hidrasi yang disiplin, misalnya dengan membagi konsumsi air minimal dua liter per hari ke dalam beberapa sesi: saat berbuka, secara berkala di malam hari hingga menjelang tidur, dan saat sahur.

Selain itu, perhatikan sinyal tubuh Anda dengan saksama. Jika Anda merasa pusing, pandangan berkunang-kunang, mual, atau mengeluarkan keringat dingin saat berolahraga, segera hentikan aktivitas tersebut.

Memaksakan diri dalam kondisi tersebut sangat berbahaya. Ingatlah bahwa kesehatan adalah amanah yang harus dijaga agar ibadah puasa dapat berjalan dengan optimal.rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA