Petenis Amerika Serikat yang menjadi unggulan utama itu memenangi laga final selama sejam melawan petenis asal Siprus, Marcos Baghdatis dengan skor 6-3, 6-3.
Isner diuntungkan oleh lawannya yang menjadi unggulan kelima karena terbatas pergerakannya akibat mengalami masalah pada kakinya.
"Sayang Anda tak bisa 100 persen bertanding hari ini. Saya tak ingin dengan cara seperti ini. Anda berkelas dan saya menikmati bertanding melawan Anda hari ini," kata Isner usai laga dikutip
AFP.
Baghdatis, yang tampil pada final perÂtamanya sejak 2011, menyerah pada set pembuka dan tidak pernah berkesempaÂtan bangkit ketika Isner hanya kehilÂangan satu poin saat memegang serve pada kesempatan pertama.
Hal serupa terjadi pada gama kedua ketika Isner memimpin 3-2 dan kembali melaju untuk memastikan keÂmenangan manakala forehand Baghdatis membentur net sehingga tercipta match point.
"Ini bukan cara yang saya inginkan untuk mengakhiri turnamen ini. Tapi tubuh saya memang tak bisa mengataÂsinya hari ini," kata Baghdatis yang memerÂlukan waktu dua jam lebih lama ketimÂbang Isner unÂtuk mencapai final. ***
BERITA TERKAIT: