Djoker Gagal Susul Murray dan Fedex

Akibat Penerangan Buruk

Rabu, 08 Juli 2015, 09:20 WIB
Djoker Gagal Susul Murray dan Fedex
Andy Murray/net
rmol news logo Niat Andy Murray menyabet gelar Grand Slam kedelapan masih terbuka lebar usai menyu­dahi duel melawan Ivo Karlovic di babak keempat turnamen Wimbledon 2015. Hasil ini justru membuatnya waspada menghadapi Vasel Pospisil.

Bertindak sebagai petenis tuan rumah, Murray sukses membungkam Karlovic empat set 7-6, 6-4, 5-7, dan 6-4 dalam waktu tiga jam.

Karlovic memang sempat mendapatkan perhatian khusus dari penonton setia turnamen bergengsi ketiga tahunan terse­but. Ini tidak terlepas dari catatan total 136 ace (servis yang tidak dapat dijangkau atau dikemba­likan oleh lawan) di mana 40 pukulan servisnya tercipta di tiga pertandingan sebelumnya.

Selain itu, petenis 36 tahun itu baru saja dinobatkan seba­gai petenis tertua di turnamen Wimbledon yang berhasil men­embus babak keempat sekaligus mendepak rekor milik Niki Pilic pada 1976.

"Itu adalah pertandingan yang sangat sulit. Ini permainan mental yang sangat melelahkan. Mungkin tidak melelahkan secara fisik karena poin yang begitu cepat. Melawan Karlovic, saya selalu harus siap untuk mengambil kes­empatan," kata Murray, seperti dikutip BBC Sport, kemarin.

Di perempat final nanti, Murray bakal ditantang Vasek Pospisil. Petenis Kanada itu lolos ke babak selanjutnya usai membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan ke-22 Serbia, Viktor Troicki melalui pertarungan lima set 4-6, 6-7, 6-4, 6-3, dan 6-3.

Roger Federer turut ke perem­pat final setelah memenangi la­ga tiga set langsung atas Roberto Bautista Agut 6-2, 6-2 dan 6-3.

Federer cuma membutuhkan waktu kurang satu setengah jam untuk meraih kemenangan. Keunggulan Federer juga ter­bantu oleh cidera yang dialami lawannya setelah terpeleset dan mendapat perawatan medis di set kedua.

Lolos ke babak delapan besar, Federer akan berhadapan dengan Gilles Simon yang ditempatkan sebagai unggulan 12 mengan­daskan Tomas Berdych dengan 6-3, 6-3, dan 6-2.

Melawan Simon akan menjadi laga perempatfinal Grand Slam ke-45 sepanjang karier Federer. Meski belum pernah berhadapan di Wimbledon, Federer unggul dalam rekor head to head dengan kedudukan 5-2.

Nasib sial dialami Novak Djokovic. Petenis nomor satu dunia itu gagal melaju ke perempat final, karena duelnya melawan petenis Afrika Selatan Kevin Anderson harus dihentikan kondisi gelap.

Sempat tertinggal 0-2 lebih da­hulu, sang juara bertahan akhirnya menyamakan skor 2-2. Belum ada pemenang karena laga dihentikan dan bakal lanjut besok.

Keputusan umpire pertandin­gan bukan cuma mengecewakan The Djoker-julukan Djokovic. Teriakan 'booo' juga terdengar dari beberapa sudut tribun. Namun umpire pertandingan tak mengubah pendirian dan menya­takan pertandingan ditunda.

Itu artinya Djokovic harus menunggu hingga Rabu untuk mengetahui apakah dia bisa mela­ju ke perempatfinal dan mencoba mempertahankan gelarnya. Jika bisa merebut set kelima dan mengantongi tiket delapan besar, Djokovic sudah ditunggu Marin Cilic.  ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA