Pertarungan tersebut digelar di Stubhub Center di Carson, California, kemarin. Setelah melewati pertarungan sengit di 12 ronde, ketiga hakim sepaÂkat memberikan kemenangan kepada petinju berjuluk Desert Storm dengan skor 116-112, 117-111, 115-112.
Bradley tampil beringas sejak ronde pertama. Petinju bergaya ortodoks itu sukses membuat Vargas kerepotan menghadapi pukulan jab nan kerasnya terseÂbut. Namun, Vargas yang memiÂliki rekor belum terkalahkan berhasil bangkit di ronde ketiga, meski belum mampu membuat lawannya kehilangan ritme.
Pasalnya, Bradley kembali menÂghujani pukulan ke arah Vargas sampai di ronde 12. Di ronde penutup, Vargas berhasil memÂbuat petinju berkepala plontos itu semponyongan setelah menerima pukulan
hook kanannya.
Namun wasit Pat Russell berÂhasil memberikan perlindungan kepada Bradley di 10 detik tersisa saat Vargas mulai melakukan seranÂgan. Meski demikian, ketiga hakim tetap sepakat untuk memenangkan Bradley angka mutlak. Ini adalah kekalahan pertama Vargas sebagai petinju profesional.
Pascapertarungan, Vargas menÂdesak timnya melakukan komuÂnikasi dengan tim Bradley untuk menggelar duel ulang (
rematch). Tantangan itu pun ditanggapi dingin oleh Bradley dengan menÂgatakan: "Anda tinggal berbicara dengan orang saya," kata Bradley seperti dilansir
Reuter. Ketika dimintai tanggapan soal perlindungan kepada Bradley sampai Vargas kegirangan, karÂena disangka dia memenangkan pertandingan.
Russell menjawabnya dengan dingin mantan marinir itu berkata ia mengira suara tepukan seperti bel. Sehingga ia menghentikan pertarungan di 10 detik tersisa dan itulah yang membuat Vargas keÂcewa. Sebab ia sempat melakukan selebrasi kemenangan.
"Tepukan penonton sangat keras di ronde 12 dan saya pikir saya mendengar bel, sehingga saya memutuskan untuk menghentikan pertarungan. Tapi itu keputusan yang jujur," kata Russel. ***
BERITA TERKAIT: