"Hati-hati dengan tuduhan yang tidak manusiawi ini, kita sudah bantu malah menuduh," kata Menpora, Minggu (24/5).
Cak Imam, panggilan akrab Imam Nahrawi, mengingatkan agar La Siya tidak asal mengumbar tuduhan dan fitnah. Dia menegaskan pihaknya sudah berkomitmen untuk membantu dan mempermudah klub-klub yang akan melakukan pertandingan internasional, dan juga telah memberikan perintah kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberikan rekomendasi sejak beberapa waktu lalu.
"Setahu saya BOPI juga sudah merekomendasikan itu. Silahkan konfirmasi langsung ke BOPI agar tidak ada fitnah. Biar BOPI membeberkan semua fakta-faktanya agar masyarakat tahu siapa yang salah dan siapa tukang fitnahnya," paparnya.
Seperti diketahui, Pahang FC memutuskan kembali ke Malaysia karena tiga pemain asingnya tidak mendapatkan visa dari imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5) pagi. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Jayapura untuk memainkan laga pertama babak 16 besar Piala AFC melawan Persipura, 26 Mei mendatang.
Atas kejadian itu Ketua Harian Persipura, La Siya, menyebut pihaknya "dikerjai" Menpora sebagai pemilik negara dan karena Pahang batal tanding, Persipura terancam sanksi AFC.
Menpora menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ada pikiran dan niat untuk sengaja melakukan ganjalan teknis menghalangi laga Persipura versus Pahang FC. Menpora tegaskan urusan teknis perijinan atau rekomendasi sudah diberikan ke BOPI.
"Saya juga sudah memberi perintah kepada BOPI untuk memberikan kemudahan rekomendasi tersebut," tambah mantan Sekjen PKB ini.
BERITA TERKAIT: