"Sebagai insan sepakbola saya hanya bisa mengimbau seharusnya keduanya legowo. Karena jika sampai tanggal 29 Mei ini belum selesai sama saja mereka mau membunuh persepakbolaan Indonesia," ujar Rizal seperti diberitakan
RMOLJakarta, Kamis (14/5).
Untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi, FIFA telah memberikan waktu hingga tanggal 29 Mei 2015 pada PSSI. Jika belum terselesaikan maka Indonesia terancam absen dari event-event internasional.
"Saya berharap masalah ini tidak berlarut-larut. Semua stakeholder harus berkomitmen mencari jalan terbaik, sehingga kami bisa berkompetisi lagi," katanya.
Sebab, lanjutnya, sejak kisruh berlarut pihaknya terpaksa meliburkan para pemain Persitara sejak seminggu lalu. Para pemain untuk sementara dikembalikan ke klub masing-masing.
Sementara itu, pelatih Persitara Syamsul Bahri berharap PSSI dan Menpora secepatnya berdamai. Menurutnya, dengan berlarutnya kisruh tersebut banyak yang merasa dirugikan, antara lain pemain, pelatih, manajemen sampai pihak hotel dan katering.
"Sebab dengan tidak adanya kompetisi semuanya menganggur. Berapa ribu orang nanti yang akan dirugikan dengan kisruh tersebut," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: