Sulit Liga Menpora Diakui FIFA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 11 Mei 2015, 11:35 WIB
Sulit Liga Menpora Diakui FIFA
rmol news logo Pembentukan tim transisi dinilai semakin menguatkan alasan FIFA untuk secepatnya memberikan sanksi kepada Indonesia. Pemerintah, dalam hal ini Menpora bisa dikatakan memberikan perlawanan terhadap FIFA.

Demikian disampaikan mantan anggota Komite Etik FIFA, Dali Tahir di Jakarta, Minggu (10/5) petang.

"Bagi FIFA ini merupakan pelanggaran berat dan bentuk intervensi yang tidak bisa dimaafkan. Karena sudah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17," tegasnya.

Seharusnya Menpora melakukan pendekatan-pendekatan terlebih dahulu ke FIFA dengan melibatkan PSSI. Karena, lanjut Dali, surat yang ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valke sudah sangat jelas Indonesia mendapatkan peringatan tertulis dan ancaman sanksi.

"Ini malah Menpora membuat tim transisi yang menurut saya kurang efektif dalam kondisi saat ini," jelasnya.

Apalagi, pembentukan tim transisi terkesan kurang matang terbukti dengan adanya beberapa anggota yang menolak masuk tim transisi. Itu berarti selama ini Menpora tidak melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan para figur tadi.

FIFA, sebut Dali, cepat atau lambat pasti akan memberikan sanksi kepada Indonesia. Menurut mantan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri PSSI ini, Menpora dan PSSI sebaiknya duduk satu meja dan secepatnya menyelesaikan konflik yang terjadi terutama sebelum tanggal 29 Mei ini.

"Sanksi bisa dihindarkan kalau Menpora dan PSSI bisa berdamai. Tentunya dengan catatan Menpora mencabut pembekuan PSSI," tegasnya.

Bagaimana bila Menpora Nahrawi tetap nekat dengan sikapnya sekarang ini?


"Kalau seperti itu berarti tinggal menunggu waktu saja," jelasnya.

Menurut Dali, tidak mudah seandainya Menpora melalui tim transisinya akan mengambil alih kompetisi. Bahkan sekalipun membentuk kepengurusan PSSI baru itupun tidak segampang yang dibayangkan.

"Belum tentu FIFA akan mengakuinya. Kalaupun menjadi anggota perlu waktu cukup lama," pungkasnya.[wid]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA