Laporkan PPATK dan KPK Jika PSSI Atur Skor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 25 April 2015, 14:47 WIB
Laporkan PPATK dan KPK Jika PSSI Atur Skor
effendi ghazali/net
rmol news logo Anggota tim Ad Hoc Sinergis PSSI, Effendi Ghazali tak heran jika cukup banyak publik yang mendukung keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ini karena legitimasi sosial PSSI bermasalah.

"Kalau saya ditanya, saya lebih percaya ke mas Gatot (jubir Kemenpora) dan Imam Prasodjo. Saya pasti lebih percaya ke mereka," kata Effendi dalam talkshow akhir pekan di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4). Gatot Dewa S Broto juga hadir sebagai pembicara dalam kesempatan itu.

Namun poin penting yang ingin disampaikannya, ada semacam tuduhan ke publik bahwa PSSI dan orang-orang yang mengatur di dalamya tidak transparan dan melakukan pencucian uang.

"Nah legitimasi sosial yang bapak dan ibu punya, dalam konteks Tim 9, Kemenpora dan BOPI ini lama-lama bisa tergerus juga kalau ditantang balik, kan sudah ada laporan keuangan yang di-upload," terangnya.

Semestinya, hemat Effendi, laporan keuangan PSSI yang sudah di-upload itu termasuk temuan-temuan yang ada, dilaporkan ke Pusat Pelaporan Analisa Transaksi dan Keuangan (PPATK), kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu untuk membuktikan tuduhan-tuduhan adanya pengaturan skor sehingga legitimasi sosial semakin kuat.

"Memang nggak mudah, di CNN juga pernah dimuat pengaturan skor pada tingkat dunia," ujarnya.

Jika tuduhan itu tidak terbukti maka sama saja dengan kriminalisasi, tandas Effendi yang juga dikenal sebagai pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA