"Tidak ada itu, sekarang apa buktinya kalau kami ingin membekukan PSSI," tantang Gatot dalam
talkshow akhir pekan di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4).
Gatot akui jika Kemenpora dianggap lambat membentuk tim transisi setelah keluar SK Pembekuan PSSI nomor 0137 tahun 2015. Namun itu bukan berarti ada
grand desain membekukan induk organisasi sepakbola di Tanah Air itu.
"Kalau kami ada
grand desain membekukan, begitu hari Sabtu (18/4), SK-nya (diterbitkan) Jumat (17/4) malam, hari Senin atau Minggu kami umumkan ini
loh tim transisi," urainya.
Gatot menegaskan, semua sudah dijelaskan dalam keterangan resmi dari Kemenpora yang juga menjadi rekomendasi Tim 9. Di luar itu bukan rekomendasi Tim 9. Begitu pula soal kecurigaan bahwa ada kontrak antaran Menpora, Imam Nahrawi dengan massa Bonek 1927 yang pada dua pekan lalu, mengepung area pada Kongres Luar Biasa PSSI.
"Itu harus di
clearkan, tidak ada kepentingan seperti itu malah yang ada beliau dirugikan," bela Gatot.
Jika Menpora Imam bersikap arogan, papar Gatot, bukan hal sulit membebaskan klub Persebaya 1927 ikut dalam kompetisi Indonesian Super League musim 2015/2016, mengingat konstituen politisi PKB itu juga terdapat di daerah Tapal Kuda, Pasuruan dan sekitar Malang.
"Bahkan pernah waktu itu bonek 27 demo ke kami, menuntut pak Gatot tolong harus kami diikutkan liga. Saya tolak secara halus, urusan anda main di liga itu bukan urusan kami, itu urusan di PT Liga. kalau Menpora persilakan 27 boleh ikut, itu namanya intervensi," bebernya.
[wid]
BERITA TERKAIT: