Ketua MBSI, Sarman El Hakim berpendapat, peluang Indonesia menjadi tuan rumah PD 2022 belum tertutup. Sebab, Qatar yang sebelumnya ditetapkan FIFA sebagai tuan rumah, saat ini sedang dirundung masalah. Dewan Uni Eropa bakal membahas rencana untuk mengajukan petisi ke FIFA dan meminta agar diselenggarakan pemilihan ulang untuk tuan rumah Piala Dunia 2022.
Hal ini muncul setelah Dewan Eropa menemukan dugaan suap terkait terpilihnya Qatar. Karena itu, MSBI terus berjuang mempromosikan nama Indonesia supaya dilirik FIFA menjadi host Piala Dunia.
Sejauh ini, Sarman telah keliling dunia, mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika Latin. Bahkan saat PD 2014 di Brazil, dia bersama pendukungnya ikut memperkenalkan Indonesia agar didukung menjadi tuan rumah PD 2022.
"Kita didukung pemerintah untuk menggelar Piala Dunia 2022," ujar Sarman di Jakarta, tadi malam (Rabu, 22/4).
Menurut dia, keinginan menyelenggarakan PD 2022 sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2010. Kala itu, PSSI telah merekomendasikan kepada pemerintah agar Indonesia bisa dipercaya menjadi host pesta sepakbola terakbar sejagat raya. Namun, pemerintahan di bawah Presiden SBY tidak mendukung sehingga pencalonan Indonesia tidak disahkan oleh FIFA.
"Mimpi itu sirna karena tidak ada dukungan pemerintahan kala itu. Tapi saat ini Presiden Jokowi, bahkan Menpora Imam Nahrawi sudah siap mencanangkan kembali tuan rumah Piala Dunia 2022 yang sebelumnya diputuskan akan digelar di Qatar, namun bermasalah," paparnya.
Pimpinan RDP Komisi X Ridwan Hisjam dari Partai Golkar menyatakan, pada dasarnya anggota dewan memandang positif aspirasi MSBI. Sayangya, saat ini PSSI tengah dibekukan oleh Kemenpora tepat di hari Kongres PSSI Sabtu 18 April lalu. Idealnya, tawaran atau bidding menjadi tuan rumah harus melalui PSSI.
"Komisi X mendukung MSBI agar terus melanjutkan sosialisasi pada masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia. Kita juga berharap pembekuan dicabut sehingga peluang ini semakin terbuka," kata Ridwan
.[wid]
BERITA TERKAIT: