Anggota Komisi X DPR-RI, Moreno Soeprapto berharap pembekuan PSSI tak memakan waktu yang lama dan kedua belah pihak (PSSI dan Kemenpora) bisa duduk bersama mencari solusi jalan keluar.
"Saya berharap ini tidak berlarut-larut, dan kedua pihak Kemenpora dan PSSI harus kembali duduk bersama mencari jalan keluarnya. Setiap masalah akan selesai jika dibicarakan dengan baik-baik," kata Moreno Soeprapto.
Lanjutnya, pembekuan PSSI oleh Kemenpora bisa memancing reaksi dari FIFA. Bukan tak mustahil, FIFA akan mengeluarkan sanksi karena federasi tertinggi di dunia itu paling anti dengan campur tangan pemerintah atau pihak ketiga terhadap anggotanya.
"Jangan sampai FIFA mengeluarkan sanksi kepada Indonesia karena pembekuan oleh Kemenpora. Pasal 13 dan 17 statuta FIFA jelas tak memperbolehkan keikutcampuran pihak ketiga termasuk pemerintah," ujarnya.
Jika sanksi FIFA itu benar-benar terjadi, maka sudah dipastikan persepakbolaan Indonesia akan berhenti. Timnas tidak bisa tampil di event internasional seperti SEA GAMES yang akan dihelat di Singapura Juni mendatang. Begitupun dua klub ISL Persib Bandung dan Persipura yang saat ini bertanding di Piala AFC, perjuangan mengharumkan nama bangsa akan terhenti.
Kata Moreno, yang paling mengkhawatirkan jika sanksi FIFA turun adalah nasib ratusan atau malah ribuan pemain yang berkompetisi di semua kasta di tanah air seperti ISL, Divisi Utama, Divisi Satu dan Piala Nusantara akan semakin tidak jelas.
"Semua harus memikirkan nasib para atlet sepakbola yang bermain di semua level kompetisi. Bagaimana nasib mereka kedepannya jika sepakbola Indonesia dihentikan? Bagaimana kehidupan keluarga mereka jika mereka tak bisa lagi mencari nafkah karena kompetisi berhenti? Kita harus memikirkan mereka," ungkapnya.
"Saya sangat berharap PSSI maupun Kemenpora segera melakukan pertemuan untuk membahas semuanya. Saya dukung langkah PSSI yang akan menemui Menpora Imam Nahrawi Senin (20/4). Mudah-mudahan dari pertemuan itu ada jalan keluar sehingga kompetisi kembali berjalan," tukasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: