JELANG KLB PSSI

Bernhard Limbong: Saya Siap Berkompetisi dengan Calon Lainnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 04 Maret 2015, 10:55 WIB
Bernhard Limbong: Saya Siap Berkompetisi dengan Calon Lainnya
Bernhard Limbong/net
rmol news logo Calon ketua umum PSSI Bernhard Limbong bergerak cepat dengan memetakan dukungan setelah dinyatakan lolos seleksi oleh Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Jawa Timur, 18 April mendatang.

"Saya siap berkompetisi dengan calon lainnya. Dengan catatan semua harus fair. Terus terang, kami sangat cinta sepak bola," kata Bernhard Limbong di Jakarta.

Purnawirawan Jenderal yang juga penanggung jawab timnas pada awal kepemimpinan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin itu juga mengaku sudah siap untuk bersaing dengan tujuh bakal calon lainnya termasuk La Nyalla Mattalitti maupun Syarif Bastaman.

"Belum saatnya kita membeberkan jumlah dukungan. Masih terlalu dini. Yang jelas, 106 pemilik suara sudah kami pegang. Untuk bidikan jelas suara dari Jawa dan Sumatera," kata Limbong menambahkan.

Meski sudah mulai memetakan dukungan, mantan ketua Komisi Disiplin PSSI belum membeberkan secara detail jumlah dukungnya yang akan membantu menjadikan dirinya orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia. Selain itu demi menyalurkan aspirasi pendukungnya, ia juga berusaha merangkul semua pihak termasuk turun langsung ke lumbung pemilik suara.

"Saya langsung turun ke Jawa Timur bahkan ke Kupang. Saya terus bersosialisasi melalui usaha yang saya miliki. Itu sah-sah saja," katanya menegaskan.

Bernhard Limbong pada KLB PSSI nanti akan berhadapan dengan tujuh bakal calon lainnya yaitu Djohar Arifin Husin, La Nyalla Mattalitti, M. Zein, Achsanul Qosasih, Subardi, Sarman dan Syarif Bastaman. Terkait program yang akan dijalankannya jika terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Limbong telah menyiapkan beberapa hal mulai dari peningkatan sports saints hingga merangkul semua pihak untuk bersatu memajukan sepak bola Indonesia.

Pihaknya juga akan menjalan komunikasi dengan pemerintah karena merupakan bagian yang tidak dipisahkan dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia terutama dalam menyiapkan sarana dan prasaranan.

"Pemerintah itu mutlak untuk pembangunan PSSI. Pemerintah adalah bagian yang tidak boleh dipisahkan. Kita harus bersatu dan tidak saling menyalahkan," kata pria yang juga konsen dengan masalah agraria itu.[wid]


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA