Munas itu diikuti 34 Pengurus Provinsi (Pengprov) TI seluruh Indonesia.
Sebelum terpilih secara aklamasi, rapat pleno Munas PB TI selama dua hari yang dipimpin Andy Harun dari Pengprov TI Kalimantan Timur, telah lebih dulu menjadikan Marciano Norman sebagai calon tunggal, setelah Laporan Pertanggung Jawaban (LJP) diterima dengan baik oleh seluruh peserta sidang.
Dalam sambutannya usai menerima pataka PT TI dari pimpinan sidang, Marciano bertekad untuk membawa taekwondo Indonesia meraih prestasi lebih baik dalam masa empat tahun mendatang. SEA Games 2015 Singapura, Olimpiade 2016 Rio Janeiro, dan Asian Games 2018 adalah target prestasi yang wajib diraih atlet-atlet taekwondo Indonesia.
"Intinya, kita harus banyak belajar dari periode sebelumnya untuk membangun taekwondo Indonesia yang lebih baik dan berprestasi internasional di masa mendatang," ujar Marciano.
Marciano mengakui PB TI masih dihadapkan pada dinamika eksternal yang memang harus segera dicarikan solusi. Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat taekwondo Indonesia untuk kembali bersatu dan membangun soliditas di tubuh taekwondo Indonesia demi kemajuan dan prestasi tersebut.
"PB TI punya PR besar yaitu di SEA Games 2015, Olimpiade Brasil 2016 di mana kita punya keinginan atlet Indonesia untuk bisa tampil di sana. Saat ini sudah ada atlet kita yang poinnya sudah hampir memenuhi untuk tampil di Olimpiade. Selain itu, di Asian Games 2018, di mana Indonesia menjadi tuan rumah, kita juga wajib menunjukkan kebanggaan sebagai tuan rumah dengan keberhasilan taekwondo meraih medali emas," kata Marciano, menjabarkan.
Terakhir, Marciano ingin menjadikan organisasi PB TI yang lebih efektif dan fungsional.
"Saya ingin organisasi operasional taekwondo Indonesia diawali dengan orang yang cinta taekwondo dan selalu berpikir tentang peningkatan prestasi taekwondo Indonesia. Selain itu, saya ingin kepengurusan PB TI empat tahun ke depan lebih ramping tapi lebih efektif dan fungsional," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: