DKI Songsong 'Laga Final Siwo' Lawan Jatim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 08 Desember 2014, 09:18 WIB
rmol news logo Dua musuh bebuyutan tim sepakbola Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Jakarta Raya (Jaya) dan Siwo Jawa Timur (Jatim) akhirnya kembali akan berhadapan di final invitasi sepak bola Liga Siwo 2014 di Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Senin (8/12) sore. Ini akan menjadi pertemuan keenam dari kedua tim dari ajang Liga Siwo dan Pekan Olahraga Nasional (Porwanas). Dan dari enam pertemuan itu, DKI Jaya selalu keluar menjadi pemenang.

Pada semifinal di Gelora 10 November, Minggu (7/12), Jatim lebih dulu memastikan diri ke babak final, setelah mengungguli DI Yogyakarta (DIY) 2-0. Di semifinal kedua, DKI Jaya dipaksa harus bekerja ekstra keras sebelum mengalahkan Kalimantan Selatan (Kalsel) 1-0. Gol tunggal DKI Jaya lahir dari tandukan striker Ahmad Farouk menit ke-62.

Laga DKI Jaya vs Kalsel berlangsung dalam cuaca mendung. Disaksikan Chef de Mission Kontingan DKI Jakarta di PON Remaja I 2014 di Jawa Timur, H Icuk Sugiarto, DKI Jaya yang diasuh head coach Faisal Yusuf Sahitua ini, sempat kesulitan mengembangkan permainan. Strategi bertahan total yang dikembangkan Kalsel, membuat trio penyerang DKI Jaya, Ahmad Farouk, Kacung, dan Lody Hutabarat kesulitan membongkar pertahanan mereka.

Kondisi itu tambah runyam dengan kartu merah yang diterima fulbek Siwo Jaya, Choky Sihotang, setelah terlibat saling ‘colek’ dengan pemain Kalsel, yang juga diganjar kartu merah. DKI mendominasi sepanjang babak pertama, sementara Kalsel hanya sekali-sekali melakukan serangan balik. Alhasil babak pertama skor 0-0 tidak berubah.

Di babak kedua, di tengah cuaca yang semakin gelap, DKI tetap mendominasi laga. Tekanan bertubi-tubi pun dilancarkan Iskandar dkk, namun pertahanan Kalsel tetap tidak digoyah ditambah ketangguhan kiper Kalsel.

Para pemain dan ofisial sempat suka cita menit ke-57, saat sundulan Jimmy Junaedi menjebol gawang Kalsel. Sayang gol itu dianulir wasit Solihin karena Jimmy dianggap telah offside lebih dulu.

Baru lima menit kemudian, suka cita DKI Jaya menjadi kenyataan. Memanfaatkan umpan silang Kacung Suryadi, Farouk berhasil menjebol gawang Kalsel melalui tandukan. Gol itu langsung disambut eforia pemain dan ofisial DKI yang sepanjang pertandingan terlihat tegang. Skor 1-0 tidak berubah sampai wasit membunyikan peluit panjangnya.

Pelatih DKI Jaya Faisal Yusuf Sahitua mengatakan, secara hasil pihaknya tentu bersyukur akhirnya mampu menembus final. Namun, secara permainan, ia mengaku sangat tidak puas. Ia bahkan bingung melihat pemain-pemainnya ikut terbawa permainan buruk lawan.

Mungkin karena lawan yang tampak lebih tua-tua, sehingga para pemain meremehkan mereka. Kondisi itu membuat mereka jadi kurang fokus dan mudah terpancing lawan. Ditambah adanya provokasi lawan di tengah lapangan, yang mau tidak mau berpengaruh pada mental pemain,” ujar Crep, panggilan karib Faisal Yusuf.

Kendati demikian, Crep enggan menyalahkan pemainnya. Ia pun mengajak pasukannya untuk menjadikan laga itu sekaligus melupakannya karena fokus DKI Jaya adalah laga final melawan tuan rumah.

"Yang pasti kami tidak boleh tampil seperti tadi. Secara kualitas, Jatim jauh di atas Kalse, sehingga kami harus bisa tampil dalam level terbaik DKI Jaya. Saya yakin bila para pemain fokus dan konsisten, kami mampu mempertahankan gelar juara Liga Siwo," tandas Crep.[wid]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA