Gelandang tim nasional Belgia Eden Hazard (23) menjadi Man of The Match dalam pertandingan Belgia vs Rusia yang dihelat di Maracana, Rio de Janeiro, kemarin dini hari WIB. Statistik FIFA menunjukkan pemain bernomor punggung 10 ini melepaskan total 32 umpan dan tiga tembakan ke gawang.
Kreativitas yang dimiliki Hazard telah membuat permainan Red Devils menjadi semakin hidup pada laga yang dimenangkan tim asuhan Marc Wilmots 1-0 dan memastikan timnya lolos ke babak selanjutnya.
Gelandang yang kini bermain untuk Chelsea berhasil memberikan umpan matang dan membuat Divock Origi menciptakan gol kemenangan Belgia. Ia menjadikan Origi pemain Belgia termuda yang menciptakan gol pada Piala Dunia dan pemain termuda ketujuh dalam turnamen ini yang menciptakan gol.
Tidak banyak yang mengenal Origi sebelumnya. Penyerang berusia 19 tahun ini adalah pemain Lille tanpa catatan impresif sejak mendapatkan kesempatan tampil di skuad utama pada 2012.
Keputusan Wilmots untuk menyertakannya di Piala Dunia 2014 sebagai pelapis Romelu Lukaku. Torehan gol dan performa impresifnya kala mengalahkan tim pecahan Uni Soviet itu mulai mencuri banyak perhatian.
“Origi baru berusia 19 tahun. Itu cukup mengejutkan karena tidak banyak orang yang mengenal sebelum saya memilihnya untuk memperkuat timnas Belgia. Sekarang semua orang mengenal dia,†lanjut pelatih yang lahir di Dongelberg 45 than silam.
Ini adalah ujian bagi tim asuhan Wilmots yang sebelumnya digadangkan menjadi tim kejutan di Piala Dunia kali ini. Mereka mempunyai generasi emas yang berpotensi akan membuat tim besar kesulitan.
Kendati menuai kekalahan, pelatih tim nasional Rusia Fabio Capello menyebut pertandingan kontra Belgia adalah duel yang menarik. Dia bahkan menyanjung anak asuhnya, namun dilain sisi Don Fabio juga menyebutkan timnya layak kalah. ***
BERITA TERKAIT: