Defisit kecepatan ini membuat sejumlah pebalap khawatir ditinggalkan para penggemarnya, dan F1 tidak berkilau.
Tes pramusim F1 akhir pekan lalu di Jerez masih menjadi pembahasan para tim. Pengalaman pertama mesin turbo V6 digunakan pada tes pramusim tersebut terlihat buruk.
“Kami harus kehilangan
downforce, sekitar 20-30 persen dari musim sebelumnya dan kini ban terasa tidak nyaman. Itu membuat kita merasa kesulitan sepanjang sirkuit,†tutur pebalap Sauber, Adrian Sutil dikutip
Autosport, kemarin.
Waktu lap terbaik dalam tes itu dibukukan Kevin Magnussen dengan catatan 83,276 detik. Catatan waktu ini lebih lambat delapan detik dari milik Michael Schumacher, yakni 76,043 detik, pada 2004 silam, yang menjadi catatan waktu terbaik dalam tes pramusim.
Meskipun mesin baru dapat memberikan banyak tenaga kuda, namun lemah saat melaju di tikungan. â€Dari aerodynamic, saya rasa kami harus sedikit melangkah, karena F1 seharusnya juga lebih cepat di tikungan. Ini memalukan karena F1 lebih lambat saat ini.â€
Pebalap asal Jerman itu juga mengungkapkan, laju mesin terasa makin lambat, dan ban tidak pantas digunakan bagi semua jet darat. “Saya tak mengerti kenapa mereka harus begitu konservatif.â€
Hal senada dikatakan pebalap Ferrari, Fernando Alonso, juga mengakui kecepatan mobil 2014 terasa lambat akan mengurangi tantangan fisik saat mengendarai. Meski demikian, dia menolak jika hal itu akan membuat balapan F1 jadi membosankan. “Selama menyetir dalam batasan waktu yang ditentukan, itu tak akan mengubah sudut pandang saya. Mobil ini masih menyenangkan dikendarai tapi memacu emosional saya,†ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: