
Euforia juara suporter tim Merah Putih setelah timnas U-19 berhasil menjuarai Piala AFF harus kembali terhenti. Kekalahan 1-2 Timnas U-23 atas Maroko dalam laga final cabang sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Sumatera Selatan, sesaat lalu (Minggu, 29/9) adalah penyebabnya.
Kekalahan sebenarnya bisa saja dihindari andai para pemain Indonesia mampu menjalankan instruksi pelatih Rahmad Darmawan. Sebelumnya coach RD telah mengatakan bahwa anak asuhnya harus mewaspadai satu pemain Maroko bernomor punggung 18 yakni El Karti Walid, yang dinilai memiliki permainan berbahaya dan sangat cepat.
Apa yang diucapkan pelatih Arema inipun menjadi kenyataan. Meski Indonesia sempat memimpin pada menit awal babak pertama melalui eksekusi penalti Alfin Ismail Tuasalamony. Namun Maroko mampu membalikkan keadaan di menit akhir babak kedua. Pemain yang ditakuti RD, El Karti Walid menjadi aktor penting kemenangan Maroko dalam laga itu dengan mencetak gol kemenangan di menit 82.
Dengan hasil ini, tim Indonesia U-23 gagal mengikuti jejak juniornya timnas U-19 yang berhasil tampil sebagai juara piala AFF beberapa hari lalu. Indonesia harus puas meraih medali perak.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: