Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan telah menghukum penyerang berusia 29 tahun itu dengan larangan tampil di lapangan hijau seumur hidup.
Aksi pemukulan Pieter terjadi ketika Persiwa kalah 1-2 dari Pelita Bandung Raya (PBR), Minggu (21/4/13). Pada menit ke-79, Muhaimin memberikan hadiah penalti kepada PBR setelah pemain PBR Nova Aryanto ditekel OK Jhon (Persiwa).
Keputusan itu diprotes pemain Persiwa yang menganggap OK Jhon melakukan tekel bersih. Dalam aksi tersebut, Pieter Romaropenmelakukan gerakan pukulan ke arah mulut wasit Muhaimin. Aksinya itu tertangkap kamera.
Mendapat hukuman dari Komdis PSSI, Pieter mengaku tidak memiliki niat untuk memukul Muhaimin.
“Saya hanya berusaha menariknya untuk mengajaknya berdiskusi setelah memberikan penalti buat PBR, karena itu bukan pelanggaran. Ketika menariknya, kepala wasit langsung menengok ke kiri dan kemudian mengenai tangan saya,†ujar Pieter kepada wartawan, kemarin.
Pieter berharap Komdis PSSI tidak memberikan hukuman seberat itu kepadanya. Dia mengharapkan Komdis mendengarkan pembelaannya terlebih dahulu sebelum menjatuhkan hukuman.
“Komdis harus melihat dengan baik-baik. Mendengar kesaksian saya sebagai pemain sepakbola dan manusia biasa. Saya akan banding dan telah meminta bantuan dari Persiwa,†kata Pieter.
“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencarian saya dari sepakbola,†sambung pesepak bola kelahiran Biak, Papua tersebut.
Sebagai bukti penyesalannya, Pieter berharap bisa bertemu dengan Muhaimin untuk meminta maaf.
Akibat pemukulan itu, Muhaimin mendapat luka yang cukup parah di bagian mulutnya. Sang pengadil lapangan itu mendapat tiga jahitan besar serta satu jahitan kecil. Kostum kuningnya berlumuran darah.
“Saya ingin bertemu wasit untuk menyampaikan permintaan maaf namun belum bisa. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya. Seribu maaf buat wasit,†kata Pieter dengan tulus.
“Saya sangat menyesal atas kelakuan dalam pertandingan itu. Apalagi, pertandingan itu disiarkan secara langsung. Tindakan itu tidak pantas dilakukan.
Kejadian itu menjadi pelajaran terutama buat para pemain muda agar kejadian ini tidak terulang lagi,†tutup pemain yang memperkuat Persiwa sejak 2002 tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: