Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 17 Maret 2026, 17:47 WIB
Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak
Kapolri Jenderal Listyo Sigit bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. (Foto: Dok. Polda Riau)
rmol news logo Polri kembali menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat melalui peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau, Selasa, 17 Maret 2026.

Peresmian jembatan tersebut menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat akses masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini terkendala kondisi geografis.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pembangunan jembatan itu merupakan respons atas kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menghadapi risiko menyeberangi sungai atau menempuh perjalanan jauh untuk mencapai sekolah.

Di Provinsi Riau sendiri terdapat 110 jembatan yang dibangun melalui program tersebut. Dari jumlah itu, 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara 83 lainnya masih dalam proses pembangunan.

“Di beberapa wilayah lain juga saya mendapat laporan, total saat ini ada kurang lebih 411 jembatan yang dibangun, dan Polda Riau termasuk yang paling banyak,” ujar Sigit.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mempermudah akses pendidikan, meningkatkan kualitas hidup, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi karena distribusi dan mobilitas menjadi lebih lancar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto turut menyampaikan apresiasi atas langkah Polri yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu menilai pembangunan jembatan tersebut menunjukkan kepekaan institusi Polri terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Ini bentuk kerja nyata. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi di desa,” ujarnya.

Selain prosesi peresmian, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR, Menteri Kehutanan, serta masyarakat dan pelajar di sejumlah wilayah di Riau. Dialog dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan serta secara daring yang terhubung dengan Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Dalam dialog tersebut, masyarakat dan para siswa menyampaikan pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya jembatan, termasuk terkait akses pendidikan, transportasi, hingga harapan ke depan.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Presisi.

“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurut Herry, program tersebut lahir dari semangat Presisi yang tidak hanya menjadi konsep kerja, tetapi juga menjadi cara menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan ini adalah amanah untuk memastikan negara hadir sampai ke ruang hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di sinilah wajah Polri Presisi hadir secara nyata,” kata dia.

Kapolda juga menilai bahwa di tanah Melayu, peradaban tumbuh dari keterhubungan. Sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan kini dijembatani sebagai simbol kemajuan dan kolektivitas masyarakat.

Program pembangunan 110 jembatan di Riau, lanjutnya, bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. rmol news logo article
EDITOR: DIKI TRIANTO

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA