Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Belum Gantung Sarung Tinju

Bernard Hopkins

Sabtu, 25 Agustus 2012, 08:21 WIB
Belum Gantung Sarung Tinju
Bernard Hopkins
rmol news logo .Bernard Hopkins bisa dibi­lang merupakan salah satu le­gen­da tinju Amerika Serikat. Bagai mana tidak? Petinju berjulukan The Executioner (Si Algojo) itu menjadi petinju tertua kedua yang sukses meraih gelar juara dunia kelas menengah WBC pada 2011 lalu.

Apalagi ia merupakan seorang Muslim. Hopkins meraih gelar juara dunia kelas menengah WBC di usia 46 tahun. Saat itu ia mengalahkan petinju Kanada Jean Pascal. Rekor ini hanya ka­lah oleh petinju legendaris Ame­rika lainnya, George Foreman yang sukses meraih gelar juara du­nia kelas berat WBA dan IBF dari kompatriotnya Michael Moo­rer di tahun 1994.

Hopkins memulai karier tinju profesionalnya sejak tahun 1988. Ia merupakan petinju terbaik yang pernah dimiliki Amerika Se­rikat. Namanya mulai dikenal luas publik Amerika dan dunia karena keberhasilannya mem­per­tahankan rekor 20 kali gelar juara tinju dunia kelas menengah.

Di masa jayanya, pria ke­la­hi­ran Philadelphia, Pennsylvania, 15 Januari 1965 ini,  merupakan petinju pertama di dunia yang memegang empat gelar ke­jua­raan utama dunia. Namun tak ada yang menyangka kalau Hop­kins tumbuh dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya, Bernard Hop­kins Sr dan Shirley Hopkins, di kawasan kumuh Rosen Raymond.

Saat usianya menginjak 13 ta­h­un, ia terlibat dalam sebuah aksi kejahatan. Ia melakukan pen­jam­bretan dan menikam. Aki­bat­nya, ia harus menjalani hukuman penjara sampai usia18 tahun ber­sama sembilan orang rekannya di penjara Graterford.

Semasa menjalani hukuman, ia mulai mengenal tinju. Melalui tinju, Hopkins menapaki hidup yang lebih baik. Debut perta­ma­nya sebagai petinju dijalaninya dengan mulus. Ia mampu me­ngalahkan Greg Paige di Blue Ho­rizon, 22 Februari 1990.

Se­telah itu, Hopkins mampu m­e­nga­ntongi kemenangan 20 kali tan­pa pernah kalah. Keme­na­ngan itu mengantarkannya men­jadi penguasa tinju kelas menengah.

Setelah memutuskan bertinju saat mendekam di penjara, Hop­kins juga mengambil putusan terpenting dalam hidupnya. Ia memilih Islam sebagai pemandu ke­hidupan spiritualnya. Awal­nya, tak ada yang mengetahui ba­gaimana ia mengenal Islam. Hopkins yang telah mengenal Islam terlihat kian matang.

Di luar ring tinju, Hopkins men­­jalani kehidupannya dengan nor­mal. Ia merupakan suami dari Jea­nette Hopkins yang dinikahi­nya sejak 1993 dan ayah dari se­orang putri bernama Latrice. Men­­jadi se­orang Muslim tidak meng­halangi Hopkins untuk terus ber­karier di dunia adu jotos ini. Bah­kan, tanpa sepengetahun banyak orang, ia kerap berdoa se­belum bertarung. Baginya, tinju adalah pe­kerjaan­nya. Dan, ia me­ngang­gap dirinya mampu dan masih kuat. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA