Setelah pabrikan mobil asal Italia, Fiat memutuskan kerjaÂsama di akhir 2010, kini giliran perusahaan minyak dan gas asal Malaysia ikut hengkang daÂri Yamaha.
Hal itu diungkapkan DirekÂtur Manajemen Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis seperti diÂlansir Crash. Meski demikian, kata Jarvis, hubungan Yamaha dan Petronas tetap baik dan keÂduanya senang sudah bekerja sama dengan gemilang,†kata.
“Saat ini, kemitraan kami suÂdah mencapai kesimpulan akÂhir. Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman kami di Petronas atas dukungan selama mereka bersama kami. Semoga mereka semakin sukses di maÂsa mendatang,†lanjut Jarvis.
Prestasi Lorenzo dan Spies yang buruk musim lalu kabarÂnya menjadi penyebab hengÂkangÂÂnya Petronas dari pabriÂkan asal Jepang itu.
Seperti diketahui, kesukseÂsan diraih Yamaha dan PetroÂnas pada musim 2009 saat VaÂlentino Rossi sukses menjadi juara MotoGP musim itu.
Sementara di 2010, giliran LoÂrenzo yang menggantikan RosÂsi di puncak klasemen akÂhir dengan menjadi juara duÂnia, sekaligus membawa YaÂmaÂÂha sebagai juara konstruktor MotoGP.
Sayangnya, pada 2011 presÂtasi Lorenzo dan Ben Spies yang menggantikan Rossi beÂranjak menurun. Spies hanya mampu menempati peringkat lima klasemen akhir pebalap, sedangkan Lorenzo gagal memÂpertahankan gelar juara yang direbut pebalap anyar RepÂsol Honda, Casey Stoner.
Hingga kini, belum ada kanÂdidat brand terbaru yang akan terpampang di motor tunggaÂngÂan Lorenzo dan Spies untuk musim 2012 mendatang. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: