Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Jangan Obok-obok PSSI

Nurdin Halid “Turun Gunung”

Kamis, 11 Agustus 2011, 07:48 WIB
Jangan Obok-obok PSSI
Bekas Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid
RMOL. Nurdin Halid akhirnya “turun gunung”. Bekas Ketua Umum PSSI ini sepertinya tak tahan melihat jalan sepakbola yang di­rintisnya diobok-obok pengurus baru.

Dia curhat dan mengaku sedih.

Persepakbolaan Indo­ne­sia, kata Nurdin, dibangun dan dikem­bang­kan dengan susah payah serta berda­rah-darah. Peraturan yang telah dibuat berdasarkan pemikiran yang disahkan dalam Kongres tidak bisa seenaknya diobok-obok.

“Saya me­mang tak lagi men­seriusi masa­lah PSSI, tetapi bu­kan berarti tak mencermati dina­mi­ka yang ter­jadi di sekitar se­pak­­bola na­sio­nal. Ketika ada yang sa­­lah wajar dong saya meng­­­kri­tisinya. Saya cinta sepak­bola nasional,” ujar Nurdin.

Menurut dia, kebijakan kepe­ngu­rusan Djohar Arifin terutama membekukan badan-ba­dan oto­nom yang menjadi pilar sepak­bola nasio­nal seperti Badan Tim Nasional Indonesia (BTNI), Ba­dan Li­ga Indonesia (BLI) dan Ba­dan Li­ga Amatir Indonesia (BLAI) m­e­rupakan pelanggaran besar.

“Itu kebijakan yang sangat keliru. Badan-badan otonom itu pen­diriannya disahkan di Kong­res dan sudah diterapkan dalam Sta­tuta PSSI.  Apa yang di­amanatkan di Kongres, lebih-le­bih sudah di­masukkan dalam Statuta PSSI, tak bisa dibekukan begitu saja. Harus lebih dulu di­bahas dan dipu­tuskan di Kongres juga. Itu sudah aturan­nya,” tegas Nurdin.

Dia juga  mengkritisi rencana PSSI  melaku­kan merjer atau penggabungan  klub-klub Liga Super In­donesia (LSI) dan Divisi Utama dengan klub-klub Liga Primer In­donensia (LPI).

“Ini juga tak bisa dibenarkan. Setahu saya, AFC tidak mereko­men­dasikan hal itu, mereka hanya menekankan persyaratan tentang klub profesional,  dan hal itu sebenarnya sudah lama di­berlakukan. Tidak ada kewajiban penggabungan,” jelas Nurdin Halid yang sebelumnya meng­haramkan LPI gagasan Arifin Panigoro.

“PSSI, atau sepakbola nasio­nal ini sudah dibangun dan di­kem­bangkan dengan susah-pa­yah dan berdarah-darah. Sistem keang­gotaan sudah terbangun sekian lama, jadi tak bisa diko­yak-koyak begitu saja. Saya kha­watir bakal muncul amarah dari ratusan ang­gota PSSI lainnya,” tegas Nurdin.

Ia juga menuturkan, pengurus baru PSSI semestinya memenu­hi amanat anggota PSSI  melalui Kong­res. Dia misalnya mene­gas­­kan kembali keputusan Kong­res be­berapa tahun lalu mengenai peta jalan sepakbola Indonesia berupa “Visi Indone­sia 2020, Mem­bangun Sepak­bola Modem Menuju Industri Se­pakbola dan Pentas Dunia”.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA