Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Stoner Jadi Titisan Doohan

MotoGP

Minggu, 07 Agustus 2011, 01:42 WIB
Stoner Jadi Titisan Doohan
Casey Stoner
RMOL.Pebalap legendaris Amerika Serikat, Kevin Schwantz memuji penampilan Casey Stoner yang tampil ciamik di se­panjang musim ini. Menurutnya, dia bakal melebihi seniornya asal Australia, Mick Doohan.

Pebalap Repsol Honda itu  juga diyakini akan me­lewati raihan Doohan yang men­jadi juara dunia lima kali ber­tu­rut-turut pada periode 1994-1998, bersama Honda. “Apa yang dilakukan Casey (Stoner) saat ini seperti musim balap per­tama Mick (Doohan). Ketika itu Honda memulai kompetisi de­ngan dominan dan sangat tang­guh di lintasan,” ujar Schwantz di MCN.

“Perbedaannya, Casey  masih sangat muda, jadi, dia masih bisa mengalahkan rekor Mick’s asal­kan dia mampu mem­per­ta­han­kan kebugarannya,” ujarnya.

Schwantz juga menjelaskan, hal terburuk bagi Doohan adalah saat juniornya itu mengalahkan rekornya. “Casey saat ini baru 25 tahun dan saya memenangi ba­lapan pertama pada 1988, saat berusia 24 tahun. Tapi, Casey sudah memenangi 28 balapan di usianya yang ke-25,” puji Sch­wantz lagi.

Seperti diketahui, sejak terjun di MotoGP 2006 lalu, Stoner sudah mengantongi 28 ke­me­nangan, termasuk seri terakhir di La­guna Seca dua pekan lalu. Se­mentara Doohan sepanjang ka­rir­nya sebagai pebalap berhasil me­ngantongi 54 podium terting­gi.

Sementara itu, bos Honda Ra­cing Team, Shuhei Nakamoto me­ngaku Stoner membalap de­ngan rasa sakit, akibat luka tabrak yang terjadi di sesi latihan GP Belanda.

Pengakuan Nakamoto itu se­kaligus menjawab cibiran ten­tang performa Stoner yang me­ng­alami penurunan. Kritikan itu berlanjut, ketika kemenangan Sto­ner di Sirkuit Laguna Seca, Ame­rika Serikat dianggap tidak murni. Pasalnya, rival ter­de­kat­nya Jorge Lorenzo (Yamaha) dan rekan setimnya Dani Pedrosa sedang mengalami perawatan akibat cedera.

“Sebenarnya, Casey (Stoner) masih memiliki masalah fisik dikarenakan peristiwa tabrakan ketika sesi latihan di Assen, dan dia masih merasa sakit ketika mem­balap. Jadi jeda dua minggu ini akan menjadi kesempatan ba­gus untuknya kembali ke kondisi yang sempurna,” ujar Nakamoto seperti dilansir Autosport.

Pria berusia 54 tahun itu yakin is­tirahat selama dua minggu akan sangat bermanfaat bagi pe­balap asal Australia itu. Tidak ha­nya bagi Stoner, melainkan juga buat Pedrosa. Karena itu dirinya yakin usai jeda, persaingan di kancah MotoGP akan semakin menarik.

“Dengan semua kesempatan yang disediakan di jeda musim panas lebih digunakan untuk la­tihan fisik, saya yakin kami akan segera melihat Pedrosa ke per­forma yang sebenarnya. Bila itu terjadi, balapan yang akan da­tang akan menjadi persaingan an­tara Dani, Casey dan Jorge (Lorenzo). Tiga pembalap ini cu­kup layak untuk cekatan untuk me­nang,” tandasnya. [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA