Titik Gerakan Pangan Murah Harus Diperbanyak di Wilayah Rawan Bencana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Rabu, 04 Februari 2026, 12:55 WIB
Titik Gerakan Pangan Murah Harus Diperbanyak di Wilayah Rawan Bencana
Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman (Foto: RMOL/Ahmad Kiflan Wakik)
rmol news logo Gerakan Pangan Murah (GPM) didorong tampil sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.

Selain itu, penetapan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2026 pada akhir Januari lalu diharapkan memberi perhatian lebih besar kepada penerima manfaat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman merespon rencana GPM yang akan digelear ID Food pada 420 titik se-Indonesia, guna mengantisipasi tingginya permintaan pada Ramadhan dan lebaran Idul Fitri Tahun 2026 ini. 

Dari data yang disampaikan ID Food pada rapat kerja itu, GPM hanya akan digelar pada 2 titik di Aceh, 4 GPM di Sumut dan 9 titik GPM di Sumbar. 

“Ada ribuan kawan-kawan kita yang tercatat sebagai korban bencana hidrometeorologi di Sumatera, Aceh, Sumut dan Sumbar. Tolong lah titik GPM-nya diperbanyak di daerah bencana ini. Kawan-kawan kita di sana tengah dirundung duka,” kata Alex, Rabu, 4 Februari 2026.

Permintaan itu disampaikan politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, saat rapat kerja Komisi IV DPR dengan mitra kerja dengan agenda pengamanan harga dan persiapan stok bahan pangan menjelang Ramadhan 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan. 

“Mudah-mudahan, ID Food menggelar GPM secara gratis bagi warga korban bencana. Jika ternyata tak gratis, tolong titiknya diperbanyak. Kondisi ekonomi lagi kesulitan di tiga daerah terdampak bencana ini. Kawan-kawan kita tengah ditimpa bencana,” terang Alex. 

Selain itu, Alex juga mengkritisi porporsi pelaksanaan GPM di daerah urban dan padat penduduk. Alex kemudian mengutip rencana GPM di Jakarta, yang akan digelar di 65 titik. Sementara, di Provinsi Jawa Tengah cuma 45 titik GPM. 

“Sebagai daerah urban, setiap kali libur lebaran, mayoritas perantau yang jadi penduduk Jakarta, akan pulang kampung berlebaran. Dengan fenomena itu, semestinya GPM di Jakarta, tak lebih banyak dari Jawa Tengah yang sejatinya adalah lokasi tujuan mudik lebaran warga Jakarta,” terang Alex yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumbar.
 
Di rapat kerja itu, Alex juga mempertanyakan jadwal penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat di tahun 2026 ini. Alex berharap, program tersebut yang berada di bawah tanggungjawab Bapanas, disalurkan pada bulan Februari dan Maret 2026. 

“Belajar dari pengalaman tahun 2025 lalu, mohon penyaluran Banpang ini disegerakan Bapanas bersama Bulog sebagai pelaksana teknis. Karena, kondisi geografis negara kita yang beragam. Penyaluran Banpang di pedalaman Papua sana, tentunya akan membutuhkan waktu lebih panjang,” tandas Alex.
  
Rapat kerja ini dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Heriadi atau Titiek Soeharto dan Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman. Dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono. 

Kemudian, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut IDFood, Ghimoyo beserta jajaran lainnya. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA