Cedera tersebut bisa mengÂganggu konsentrasi StoÂner untuk merebut gelar juara dunia dari musuh bebuyutanÂnya Jorge Lorenzo musim ini.
Cedera itu diperoleh saat MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 25 Juni lalu.
“Saya tidak bisa melaÂkukan latihan penguatan karena masaÂlah di leher saya. Saya cuma bisa bersepeda,†keluh Stoner seperti yang dikutip Sydney Morning Herald.
Di musim ini, Stoner menjadi peÂbalap yang terbaik setelah meÂraih lima kemeÂnaÂngan dari seÂpuluh seri. Kemenangan kelima diraih di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat hari Minggu (24/7), keÂmarin. Sekaligus meÂngokohkan posisinya di puncak klasemen dengan nilai 193 atau unggul 20 poin dari Lorenzo yang meÂnemÂpati posisi kedua.
“Dalam kecelakaan di Assen, saya terÂjaÂtuh dengan keras dengÂan semua gaya gravitasi meneÂkan bahu dan membuat ada otot yang terjepit di antara tulang beÂlaÂkang. Otot itu cedera cukup paÂrah,†ungkapnya.
Stoner berharap cedera itu tiÂdak akan mengganggu ambiÂsiÂnya meraih gelar juara dunia muÂsim ini, yang sejauh ini berjalan sangat baik. Apalagi cedera itu diprediksi baru sembuh total awal Oktober mendatang.
“Saya sudah dipindai dan dokÂter bilang butuh 2,5 bulan hingga leher saya semÂbuh. Waktu yang dibutuhkan buat sembuh cukup lama,†kata Stoner yang mengaÂku sulit bernapas saat mengikuti latihan di Laguna Seca akhir peÂkan lalu.
Sementara itu, pebalap Ducati, ValenÂtino Rossi mendapat suntiÂkan semangat jelang MotoGP Republik Ceko dua pekan menÂdaÂtang. Mekanik Jeremy BurÂgess kembali mendampingi The Doctor setelah absen di dua seri yakni GP Jerman dan AS.
Burgess orang yang berada di belakang kesuksesan Rossi terÂpakÂsa absen karena harus meneÂmani istrinya yang sedang sakit di rumahnya, di Australia. TentuÂnya, kembalinya Burgess langÂsung disambut hangat oleh tim Ducati.
Manajer Tim Ducati, VittoriaÂno GuaÂreschi berharap kehadiran Burgess bisa memperbaiki perÂforma motor yang diÂanggapnya seÂmakin buruk di dua seri terÂakhir.
“Fakta menunjukan perÂforÂma motor lebih buruk dari seÂbelumnya. Kami keÂsulitan untuk menemukan keseimbangan pada motor. Sekarang, Burgess sudah kemÂbali dan kami akan mengguÂnakan metodenya, yang pernah membuat Rossi sangat sukses,†kata Guareschi.
Selama Burgess absen, perÂforma Rossi memang menurun. Terbukti di MotoGP Jerman, beÂkas pebalap Yamaha dan Honda itu hanya mampu finis peringkat sembilan. Sedangkan di MotoGP AS, dia harus puas di urutan keÂenam.
“Kami menderita dengan keÂtidakhaÂdiran Burgess dalam dua balapan terakhir. Kini, kami akan mencoba untuk organisir paruh kedua dengan lebih baik,†tegas pria asal Italia itu. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: