“Saya berasal dari BelanÂda, kami selalu menggunakan taktik menyerang. Saat bersama Johan Cruyff, kami mengÂguÂnaÂkan taktik 4-3-3 dan itu akan diterapkan. Saya rasa hal itu meÂmungkinkan di terapkan di timnas Indonesia,†ujar RijsÂberÂgen di Jakarta, kemarin.
Bekas pemain Timnas BeÂlanÂda seangkatan Johann Cruyff itu yakin sepakbola Indonesia meÂmiliki masa depan yang baik. “AlaÂÂsan mengapa saya mau meÂneÂrima menjadi pelatih IndoÂneÂsia, karena negara ini memiliki baÂnyak potensi. Sejak Januari saÂya melatih di klub Indonesia, PSM Makassar dan saya senang dan kerasan di sini,†sebut RijsÂbergen.
Dia melihat Indonesia meÂmiÂliki peluang memperbaiki posisi di peringkat FIFA dan naik ke level yang lebih tinggi. “KunÂcinya kita harus kerja keras,†lanjut bekas pelatih yang mengÂantar Trinidad Tobago ke Piala Dunia itu.
Karena persiapan yang sangat mepet, dia bertekad mengÂgemÂbleng para pemainnya dengan latihan sangat keras.â€Kami akan ‘membunuh’ pemain dengan latihan keras dalam 5 hari. Tapi mari berpikir positif. Mereka juga bermain dengan 11 orang,†ujar Rijsbergen.
Salah satu cara agar timnas leÂbih termotivasi antara lain Wim akan memperbaiki mental para pemainnya.
Sementara itu dalam latihan keÂmarin semua pemain sudah berÂkumpul. Ricardo Salampessy, Okto dan Hamka Hamzah sudah terlihat berÂgabung dengan para pemain lainnya. Tinggal Boaz SoÂlossa yang belum tiba. RenÂcaÂnanya striker terbaik Liga SuÂper ini akan tiba di Jakarta Senin besok setelah berlibur bersama keluarganya di Sorong.
Kabar kurang menggemÂbiraÂkan menimpa Irfan Bachdim yang tidak bisa ikut ke TurÂkmeÂnisÂtan karena cedera selangÂkangan, kemarin. Namun, peÂmain naturalisasi itu kemungÂkinÂan memang belum didaftarkan, kaÂrÂena Alfred Riedl, saat itu, meÂnolak pemain LPI seperti Irfan.
[rm]
BERITA TERKAIT: