Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Hadapi Turkmenistan, Wim Ingat Johan Cruyff

Minggu, 17 Juli 2011, 05:16 WIB
Hadapi Turkmenistan, Wim Ingat Johan Cruyff
Wim Rijsbergen
RMOL. Pelatih anyar timnas Indo­nesia Wim Rijsbergen mengaku, akan menggunakan taktik me­nye­rang dalam setiap per­tan­dingan. Terutama, saat tim Merah Putih menghadapi Tur­kem­nistan di ajang Pra Piala Dunia 2014 23 Juli mendatang.

“Saya berasal dari Belan­da, kami selalu menggunakan taktik menyerang. Saat  bersama Johan Cruyff, kami meng­gu­na­kan taktik 4-3-3 dan itu akan diterapkan. Saya rasa hal itu me­mungkinkan di terapkan di timnas Indonesia,” ujar Rijs­ber­gen di Jakarta, kemarin.

Bekas pemain Timnas Be­lan­da seangkatan Johann Cruyff itu yakin sepakbola Indonesia me­miliki masa depan yang baik. “Ala­­san mengapa saya mau me­ne­rima menjadi pelatih Indo­ne­sia, karena negara ini memiliki ba­nyak potensi. Sejak Januari sa­ya melatih di klub Indonesia, PSM Makassar dan saya senang dan kerasan di sini,” sebut Rijs­bergen.

Dia melihat Indonesia me­mi­liki peluang memperbaiki posisi di peringkat FIFA dan naik ke level yang lebih tinggi. “Kun­cinya kita harus kerja keras,” lanjut bekas pelatih yang meng­antar Trinidad Tobago ke Piala Dunia itu.

Karena persiapan yang sangat mepet, dia bertekad meng­gem­bleng para pemainnya dengan latihan sangat keras.”Kami akan ‘membunuh’ pemain dengan latihan keras dalam 5 hari. Tapi mari berpikir positif. Mereka juga bermain dengan 11 orang,” ujar Rijsbergen.

Salah satu cara agar timnas le­bih termotivasi antara lain Wim akan memperbaiki mental para pemainnya.

Sementara itu dalam latihan ke­marin semua pemain sudah ber­kumpul. Ricardo Salampessy, Okto dan Hamka Hamzah sudah terlihat ber­gabung dengan para pemain lainnya.  Tinggal Boaz So­lossa  yang belum tiba. Ren­ca­nanya striker terbaik Liga Su­per ini akan tiba di Jakarta Senin besok setelah berlibur bersama keluarganya di Sorong.

Kabar kurang menggem­bira­kan menimpa Irfan Bachdim yang tidak bisa ikut ke  Tur­kme­nis­tan karena cedera selang­kangan, kemarin. Namun,  pe­main naturalisasi itu kemung­kin­an memang belum didaftarkan, ka­r­ena Alfred Riedl, saat itu, me­nolak pemain LPI seperti Irfan.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA