"Publik dan dalam hal ini saya juga sebagai seorang ekonom masih belum cukup jelas ya (hasil pertemuan Prabowo dan Ray Dalio itu)," ujar ekonom Bright Institute, Awalil Rizky dikutip redaksi pada Minggu, 29 Maret 2026.
Awalil juga menyinggung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ikut dalam pertemuan Prabowo-Ray Dalio. Menurutnya, materi-materi yang dibicarakan masih terlampau mengambang.
Sebagai contoh, Awali menilai keterangan Purbaya soal komitmen Ray Dalio untuk membantu memasarkan Indonesia di pasar global, khususnya untuk menjalankan program energi dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
"Menurut pengakuan Purbaya di berita, Purbaya hanya mendengarkan (saat pertemuan Prabowo dan Ray Dalio) tapi menjanjikan penyelesaian proyek yang berjalan lambat. Ini tidak jelas, apakah disampaikan saat bersamaan dengan Ray Dalio bincang dengan Prabowo, atau hanya disampaikan kepada Presiden Prabowo tanpa Ray Dalio," urai Awali.
"Purbaya menjelaskan ke wartawan ada soal-soal proyek seperti energi, listrik tenaga surya, kawasan ekonomi khusus ini juga kita tidak jelas, apakah ini disampaikan ketika ada Ray Dalio ataukah hanya disampaikan Purbaya kepada Presiden?" sambungnya.
Dia meyakini, materi hasil pertemuan Presiden Prabowo dengan Ray Dalio yang disampaikan Purbaya masih sebatas wacana.
"Meski kita sebagai rakyat tidak harus selalu tahu apa yang dibincangkan, tapi karena ini sudah disampaikan ke publik, ya kita (perlu) dapat gambaran besarnya. Itu Purbaya mengelak. Apa sih yang dibicarakan?" tandasnya
BERITA TERKAIT: