Burgess harus pulang kamÂpung ke Australia untuk menÂdamÂÂpingi istrinya, Claudine yang sedang menderita sakit kanÂker payudara.
Peran Burgess disetiap balapÂan cukup penting. Bahkan, bapak dua anak itu menjadi salah satu di belakang kesuksesan Rossi baik saat membela tim Honda mauÂpun Yamaha. Ke manapun sang pembalap hijrah, dia selalu setia untuk mengikutinya.
“Pertama-tama saya ingin meÂngucapkan semoga keadaannya baik-baik saja untuk Jeremy, yang tidak bisa bersama kami akÂÂhir pekan ini karena sebuah alaÂsan pribadi yang sangat penÂting,†kata Rossi seperti dikutip dari All About Bike.
Dengan demikian seri balapan MotoGP di Sirkuit Mugello, ItaÂlia yang berlangsung hari MingÂgu (3/7) bakal berat. Meski Rossi dan tim Ducati berstatus sebagai tuan rumah, mereka harus beÂkerÂja keras.
“Kami akan sangat kehilangan dia (Burgess, red), namun kami menantikan dia kembali di baÂlapan selanjutnya di Sachsenring (17 Juli 2011),†lanjut Rossi.
Untuk mengisi kekosongan terÂsebut, Manajer Ducati, VittoÂrio Guareschi menunjuk Max BarÂtolini sebagai pengganti poÂsisi Burgess. Bartolini merupaÂkan Manajer Teknis Ducati yang untuk sementara posisinya diÂganÂti Fabiano Sterlacchini, meÂkanik Loris Capirossi yang absen di Mugello.
“Kami melakukan revisi terÂhadap struktur tim dengan menÂdaÂtangkan Max Bartolini, seÂorang teknisi mesin Ducati yang sangat berpengalaman,†kata GuaÂreschi.
“Kami berterimakasih kepada Paolo Campinoti dan tim PraÂmanc karena telah memberikan kami kesempatan untuk meminÂta banÂtuan Fabiano sehingga kaÂmi bisa mendapatkan dukungan penuh untuk Valentino di balapÂan yang sangat penting ini,†kaÂtaÂnya.
Pada kesempatan sama, Rossi mengaku akan tetap tampil deÂngan performa terbaik. Dia yakin bisa memelihara optimisme lanÂtaran Mugello adalah sirkuit faÂvoritnya. Saat membela Honda dan Yamaha, Rossi menjadi ‘RaÂja Mugello’ dengan meraih tujuh kemenangan beruntun sejak era MotoGP 2002.
Sayang dominasi itu terhenti di 2009 dan 2010, Rossi mengÂalami kecelakaan serius di MuÂgello yang membuatnya gagal mempertahankan gelar juara duÂnia bersama Yamaha.
“Walau tahun lalu pernah meÂngalami kecelakaan hebat di saÂna, itu tidak masalah buatku kaÂrena saya selalu menyukai berÂkendara di sana, seperti juga daÂlam ujicoba baru-baru ini,†kata pebalap yang sudah mengantoÂngi sembilan gelar juara dunia seÂpanjang kariernya.
Sementara itu, pebalap YamaÂha Ben Spies tidak mau berlama meÂrayakan kesuksesannya di AsÂsen, Belanda akhir pekan lalu. PeÂbalap asal Amerika Serikat itu juga sudah tidak sabar ingin menÂjajal M1-nya lagi di Mugello.
“Beberapa hari belakangan raÂsanya berjalan lambat sekali. Saat kamu mendapatkan hasil seÂperti di Assen, kamu pasti ingin langÂsung turun di lintasan seÂcepat mungÂkin,†kata Spies. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: