Keempat wakil ‘Merah Putih’ itu adalah ganda putra pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Bona SepÂtano, ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putri Vita Marisa/Nadya Melati.
Mendapat dukungan penuh para penonton, Kido/Hendra berhasil menyingkirkan ungÂgulan pertama asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-13, 22-20. Selanjutnya, peÂraih medali emas Asian Games Guangzhou 2010 itu ditantang unggulan ketiga asal China Cai Yun/Fu Haifeng di semifinal hari ini (Sabtu, 25/6).
“Kemenangan ini jelas memÂbuat percaya diri kami naik. ApaÂlagi pada beberapa pertandingan sebeÂlumnya selalu kalah,†kata Hendra Setiawan seusai pertandingan.
Menurutnya, calon lawan yang akan dihadapi di semi final buÂkanÂlah pasangan yang lemah. SeÂlama ini mereka sering bertemu, bahkan keunggulan tetap pada caÂlon lawan. Meski demikian, piÂhakÂnya tidak mau menyerah beÂgitu saja atas pasangan China terÂsebut.
“Peluangnya fifty-fifty. Yang jelas kami akan berusaha memÂberikan yang terbaik, apalagi kami bermain di rumah sendiri,†ujarnya.
Hasil manis juga diikuti pasaÂngÂan Ahsan/Bona. Pasangan peÂlatÂnas itu berhasil mengalahkan ungÂgulan keempat asal MalayÂsia, Koo Kien Keat/Tan Boon HeÂong 21-19, 21-14. SelanjutÂnya, meÂreka sudah ditunggu pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan tuan rumah Angga Pratama/Ryan Agung, 21-14, 21-7.
Di ganda putri, Indonesia haÂnya menempatkan satu wakilnya di semifinal setelah pasangan Vita Marissa/Nadya Melati yang meÂnang atas pasangan Malaysia, Eei hui Cin/Wong Pei Tty 21-17, 17-21, 21-17. Sedangkan, pasaÂngan Greysia Polii/Meiliana JauÂhari tumbang oleh pasangan DenÂmark, Christina Pedersen/KaÂmilla Rytter Juhl 21-15, 24-22.
Selanjutnya, Vita/Nadya akan menghadapi pasangan Jepang Fujii Mizuki/Kakiiwa Reika yang mengalahkan rekan seneÂgaranya Matsuo Shizuka/Naito Nami 15-21, 21-12, 21-15.
Di ganda campuran, pasangan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu menghentikan pasangan asal China, He Hanbin/Yu Yang (F) 21-19, 24-22. Sebelumnya pasangan ganda campuran tuan rumah yang berpeluang lolos ke semifinal, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth harus meÂnyeÂrah dari pasangan asal TaiÂwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing 17-21, 14-21.
Tantowi/Liliyana akan mengÂhadapi pasaÂngan Denmark ThoÂmas LayÂbourn/Kamilla Rytter yang berhasil mengalahÂkan SudÂket Prapakamol/Saralee ThoungÂthongkam dari Thailand, 21-13, 16-21 dan 22-20.
Sementara itu, tunggal putra terbaik Indonesia, Taufik HidaÂyat harus mengakui kehebatan pemain Denmark, Peter Hoeg Gade (Denmark). Taufik kalah 21-17, 21-15.
“Harus saya akui Peter hari ini tampil lebih baik ketimbang saÂya. Saya banyak melakukan keÂsaÂlahan sendiri, termasuk kontrol bola yang tidak jeli,†kata peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu.
Meski menelan kekalahan, Taufik mengaku tidak terlalu keÂcewa. “Inilah pertandingan, ada yang menang dan ada yang kaÂlah. Saya masih akan terus berÂmain dan berikutnya akan tampil pada AS Terbuka dan Kejuaraan Dunia. Saya belum berencana berhenti,†ujarnya.
Peter Gade meÂngaku kali ini tampil lebih baik ketimbang TauÂfik sehingga akÂhirÂnya meÂnang. “Saya respek saÂma Taufik dan dia merupakan saÂtu di antara teman baik saya. Di tingÂkatan pemain top dunia saÂling meÂÂngalahkan merupakan hal biaÂsa. Masalahnya hanya siapa yang lebih siap hari itu,†kata Gade.
Tentang keluhannya soal penÂjaga garis pada set kedua, Gade menegaskan hal itu bukan masaÂlah. “Dalam pertandingan disakÂsikan penonton yang demikian fantastis dan sangat gaduh, bisa saja terjadi kesalahan. Saya pikir ini masih wajar,†tambahnya.
Hasil buruk juga terjadi sektor tunggal putri, Adrianti Firdasari yang menjadi wakil Indonesia satu-satunya tumbang setelah diÂkalahkan pemain unggulan keÂenam asal China, Yanjiao Jiang 25-23, 21-14. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: