Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Tenis Wimbledon 2011

Dijegal Lisicki, Li Na Pulang Kampung

Sabtu, 25 Juni 2011, 00:10 WIB
Dijegal Lisicki, Li Na Pulang Kampung
Li Na
RMOL.Impian petenis China Li Na un­tuk meraih gelar grand slam keduanya harus dikubur dalam-da­lam. Secara mengejutkan jua­ra Prancis Terbuka itu tersing­kir di babak kedua Wimbledon, se­te­lah kalah atas petenis Jerman, Sabine Lisicki 6-3, 4-6, 6-8.

Seusai pertandingan, Li me­mo­hon kepada para pendu­kung­­­­nya di China agar tidak ter­­lalu ber­harap tinggi kepada­nya kare­na akan memberikan beban be­rat. Dia berharap ke­suk­sesannya meraih Prancis Ter­­buka bisa di­ikuti petenis Ch­i­­na lainnya, khu­susnya di ke­­lompok putra.

Saat ini, ‘Negeri Tirai Bambu’ itu’memiliki empat petenis putri yang bercokol di peringkat 100 besar dunia, sementara prestasi tertinggi di kelompok putra ha­nya­lah peringkat 348 yang di­tem­­p­ati Bai Yan.

“Malas. Petenis putri bisa ber­prestasi, tapi saya harap petenis putra suatu saat juga bisa ber­kem­­bang,” kata Li yang kini ber­co­kol di peringkat empat dunia.

Petenis berusia 29 tahun itu yakin petenis muda berbakat di China bisa mengikuti langka­h­nya, tapi harus mengembangkan gaya mereka masing-masing.

“Se­­tiap orang punya gaya sen­diri-sendiri. Saya tidak ingin me­reka meniru gaya saya. Saya ingin me­ngatakan bahwa saya yakin suatu hari mereka bisa lebih baik dari sa­ya, jadi mereka tidak harus me­niru saya,” katanya.

Kekalahan Li atas Lisicki, ru­pa­nya membawa berkah bagi di­rinya. Dia mengaku bisa pulang kam­pung ke China untuk istira­hat. Sebelumnya, sejak meng­ikuti grand slam Prancis Terbu­ka, dia langsung bertolak ke Inggris untuk mengikuti turna­men pemanasan Wimbledon.

“Saya akan beristirahat di ru­mah bersama suami, beristirahat dan memulihkan diri. Saya juga akan berkumpul dengan teman dan kerabat karena saat Anda ba­nyak berada di jalan, Anda tidak berkesempatan bertemu dengan mereka,” ujar Li Na.

Di tunggal putra, petenis no­mor dua dunia asal Swiss, Roger Federer belum menemui kesulit­an di putaran kedua Wimbledon 2011. ‘Raja Grand Slam’ itu me­nang mudah atas petenis Prancis, Adrian Mannarino 6-2, 6-3, 6-2 di lapangan utama Wimbledon yang memiliki atap anti hujan, Jumat (24/6) dini hari.

“Atmosfernya sangat luar bia­sa. Tidak seperti biasanya (ber­main di lapangan rumput) tapi sa­ya sangat senang bisa bermain di lapangan (rumput) indoor un­tuk pertama kali sejak 10 tahun saya bermain di lapangan utama ini,” lanjutnya.

Di babak selanjutnya, FedEx akan ditantang petenis Argenti­na, David Nalbandian yang me­mastikan tiket babak tiga setelah menyingkirkan Andreas Haider-Maurer dari Austria 6-3, 3-6, 6-4, 6-4. [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA