Argentina seÂbagai tuan rumah akan membuka turnamen melawan Bolivia di La Plata pada tanggal tersebut. Final akan berlangsung di Buenos AiÂres pada 24 Juli. Namun, rencana tersebut bisa saja berubah jika gunung Puyehue-Cordon Caulle yang beberapa hari terakhir aktif terus-menerus mengeluarkan abu vulkanik.
Pasalnya, abu vulkanik terseÂbut mengganggu banyak penerÂbangan di Amerika Selatan dan ditakutkan terus berlangsung sampai Copa America digelar. Itulah yang kemudian memunÂculkan kekhawatiran akan terÂgangÂgunya jadwal Copa AmeriÂca. Penerbangan menuju ArgenÂtina sejauh ini memang sangat terganggu, bahkan bandara utaÂma di negara tersebut sudah ada yang ditutup karena alasan keÂseÂlamatan.
“Kami terus mengawasinya dengan seksama dan yang pasti tim-tim tidak siap datang ke BueÂnos Aires. Turnamen mulai satu Juli dan saya harap dalam lima atau enam hari masalah dengan deÂbu itu sudah akan hilang,†ungÂÂkap Presiden Asosiasi SeÂpakÂbola Argentina, Julio Grondona dilansir dari
Reuters, kemarin.
Badan sepakbola Amerika LaÂtin CONMEBOL telah memÂbuat rencana darurat dengan menerÂbangkan tim peserta, yang terdiri dari 10 tim Amerika Latin ditamÂbah dua tim tamu Meksiko dan Kosta Rika, ke Asuncion, ParaÂguay, sebelum kemudian masuk Argentina lewat jalur darat.
Dampak abu vulkanik ini suÂdah dirasakan kedua tim yang baÂkal berlaga di final Copa LiÂberÂtadores, yakni tuan rumah Penarol dan Santos. PertanÂdiÂngan tersebut hampir saja batal kaÂrena penundaan penerbangan tim tamu, namun akhirnya SanÂtos berhasil mendarat di MonteÂvideo.
Selain itu, masalah abu vulkaÂnik ini juga membuat CONÂMEÂBOL menunda undian Copa SuÂdaÂmericana karena perwakilan klub kesulitan untuk hadir di Paraguay.
[rm]
BERITA TERKAIT: