Baby Schumy, julukan Vettel, mencatat waktu tercepat di dua sesi
free practice (latihan bebas) seÂtelah mengungguli pesaing terÂberatnya musim ini, duo McÂLaÂren, Lewis Hamilton dan Jenson Button.
Di sesi latihan pertama, Jumat (15/4) pagi waktu setempat, peÂbalap asal Jerman itu menganÂtongi waktu tercepat satu menit 38,739 detik atau unggul 0,615 deÂtik atas rekan setimnya Mark WebÂber yang menjadi pebalap terÂcepat kedua. Sedangkan rivalÂnya, Hamilton dan Button di poÂsisi ketiga dan keempat.
Siang harinya, lagi-lagi Vettel kembali menorehkan waktu terÂcepat dengan catatan waktu terÂbaik satu menit 37,688 detik atau unggul 0,16 detik atas Hamilton yang menempati posisi kedua. Di posisi ketiga diraih Button deÂngÂan mencatatkan waktu terÂceÂpat satu menit 37,935 detik.
Hasil buruk justru dialami peÂbalap tim ‘Kuda Jingkrak’ FerÂrari. Dua pebalapnya Fernando Alonso dan Felipe Massa gagal masuk posisi lima besar di dua sesi
’free practice.Di sesi pertama, Massa hanya berada diposisi keenam, semenÂtara Alonso tampil lebih buruk setelah tercecer di posisi ke-12. Hal serupa juga terjadi di sesi latihan bebas kedua, Massa tetap konsisten di posisi keenam, seÂdangkan Alonso makin tercecer di posisi ke-14.
Meski tampil trengginas di dua sesi latihan, Vettel tetap tidak mau besar kepala. “Saya menjaÂlani dua balapan dengan baik, tapi kami datang ke sini dan meÂmulai dari nol. Saya akan terus menÂcoba mempertahankan peÂnamÂpilan terbaik,†kata Vettel.
Dia mengaku, balapan sesungÂguhnya akan lebih berat karena semua pebalap akan menampilÂkan segenap kemampuan terÂbaikÂÂnya.
“Di sesi tes, McLaren selalu meÂnekan. Mereka juga tampil baÂgus di Melbourne, dimana jika kita melihat hasil tes sulit memÂbaca kecepatan mereka. Ferrari juga saÂngat cepat sama seperti Mercedes. Jadi semua kemungÂkiÂÂnan bisa terÂjadi,†pungkas Vettel.
Pada kesempatan sama, rekan setim Vettel, Mark Webber meÂngÂaku tidak khawatir dengan dua haÂsil balapan yang kurang meÂmuasÂkan. Di musim ini, pebalap asal Australia itu mengalami maÂsa sulit di seri awal musim ini yaÂitu finis di posisi keempat di GP Malaysia dan kelima di GP Australia.
Meskipun demikian, Webber tidak begitu panik karena masih ada 17 seri balapan lagi yang akan dilalui musim ini. “Saya rasa jika saya masih muda mungÂkin saya akan panik. Tetapi saya tidak panik sama sekali, saya suÂdah sering mengalami hal ini,†kaÂta Webber.
“Saya sudah mengalami berÂbaÂÂgai macam hal, dan saya meÂmiÂliki banyak alasan untuk meÂnyaÂdari bahwa saya pernah memÂperoleh beberapa musim yang saÂngat baik dalam beberapa tahun terakhir ini, cuma orang-orang cenÂderung membuat perÂbanÂdiÂngan antara anda dan teÂman seÂtim anda dan semua hal seÂmacam itu,†tambahnya.
Di Melbourne, Webber harus berjuang dengan ban yang cepat aus, sementara di Malaysia dia haÂrus menghadapi Sistem KineÂtic Energy Recovery (KERS) yang gagal di beberapa putaran awal balapan.
Tombol pemacu tenaga tambaÂhan, yang menghasilkan tambaÂhan daya 80 tenaga kuda lagi bagi seÂbuah mobil balap, tidak berÂfungsi di mobil Webber pada saat start di Sepang sehingga dia langsung melorot ke posisi 10 pada putaran pertama dari sebeÂlumnya berada di posisi ketiga saat start.
“Dia tidak hanya mengalahÂkan saya, dia mengalahkan seÂmua orang di lintasan. Tetapi tiÂdak ada sesuatu yang akan bertaÂhan selama-lamanya,†ungkap Webber.
Sementara itu, prinsipal tim Red Bull Christian Horner yakin bahwa Webber akan mencapai hasil yang lebih baik di balapan-balapan berikutnya.
“Saya tidak memiliki keraguÂan sama sekali tentang kebangÂkitan Webber di musim ini. SeÂdang daÂlam keadaan sulit saya dia bisa meraih tempat kelima dan keemÂpat, apalagi kalau semua lancar-lancar saja,†kata Horner.
[RM]
BERITA TERKAIT: