Madrid dan Barcelona berteÂmu di El Classico jilid II di SantiÂago Bernabeu dini hari nanti WIB. Tiga hari kemudian, kedua kubu kemÂbali berseteru pada partai final
Copa del Rey (Piala Raja SpaÂnyol) di tempat netral, Stadion Mestalla.
Persaingan kedua tim kemuÂdian berlanÂjut di pentas Eropa. Pada 27 ApÂril, Barcelona menjaÂmu MaÂdrid pada leg pertama semifinal Liga Champions. Dan terakhir, giliran Madrid yang menÂjamu Barca di leg kedua semiÂfinal pada 3 Mei 2011.
El Classico jilid II di La Liga menjadi pertemuan ke 210 buat kedua kubu di semua ajang. Soal catatan kemenangan, Madrid maÂsih unggul dengan 85 kali mengÂungguli rivalnya. SemenÂtara Barca baru 82 kali. Namun dalam dua tahun belakangan Lionel MesÂsi Cs selalu meraup kemeÂnaÂÂngÂan dari Los Blancos, tepatÂnya di era keÂpelatihan Pep Guardiola.
Ya, semenjak Pep Guardiola menangani Azulgrana pada 2008 lalu, Barca selalu mampu meraih kemenangan di El Classico, baik kandang maupun tandang. TerÂakhir, Iker Casillas Cs dicukur liÂma gol tanpa balas di Nou Camp tahun lalu. Kedatangan pelatih Jose Mourinho plus adanya peÂmain bintang macam Cristiano Ronaldo dan lainnya seolah tak bisa menaklukkan Barca versi Guardiola.
Madrid tentu tak mau terus daÂlam bayang–bayang armada GuarÂdiola. Bermodal mental baÂgus setelah pertama kalinya daÂlam delapan tahun maju ke semiÂfinal Liga Champions, Madrid ingin menyapu bersih empat El Classico dengan kemenangan.
“Kami ingin memenangkan La Liga, Copa del Rey dan menÂcapai final Champions League. Kami tahu itu sulit karena BarceÂlona tim besar tapi kami tidak taÂkut mereka. Kami akan memÂberikan semuanya untuk setiap pertandingan melawan mereka,†ujar full back Madrid, Alvaro ArÂbeloa.
[RM]
BERITA TERKAIT: