Di set pertama, Tami yang meÂnempati unggulan teratas, sempat teringgal 5-6 dari Kim. Beruntung, The Rising Star From Bali itu mampu mengeÂjar melalui tie break dan meÂnang 7-6.
Pada set kedua, giliran Kim yang banyak melakukan kesalaÂhan. Tami, putri pasangan Olivier Nicolas Grende dan Luh Kertiadi itu tidak memberikan ampun dengan menyudahi perÂmaiÂnan 6-0.
“Permainan Kim cukup bagus. Dia petenis ulet, pukuÂlannya juga menyulitkan. Tapi di set kedua Kim banyak melaÂkukan kesalahan,†ujar Tami seÂusai pertandingan.
Di fiÂnal, Tami yang masih berusia 13 tahun, sudah ditunggu unggulan keempat asal China, Qiuyu Ye yang meraih tiket final setelah mengalahkan unggulan kedua asal Uzbekistan, Ariana Folts 6-2, 6-2.
“Tami sudah terlihat kelelahan sejak babak perempat final puÂtaran kedua lalu. Namun lawanÂnya di final pasti juga mengalami hal yang sama, karena sama-saÂma bermain sejak putaran perÂtama minggu lalu,†ujar pengÂamat tenis Adji Soedibjo saat diÂhubungi Rakyat Merdeka.
Adji menjelaskan, dengan konÂdisi yang sama-sama lelah, yang mentalnya paling kuatlah yang bakal juara. “Namun kalau melihat staÂtistik dan teknik bermain, peÂluang Tami untuk menang cukup besar,†ulasnya.
Sementara itu, di partai ganda, Tami Grende yang berpasangan dengan Deria Nurhaliza juga berhasil melaju ke final setelah menaklukkan pasangan gado-gadi China/Taiwan, Qiuyu Ye/En Pie Huang 6-4, 7-5. Di babak pamungkas, TaÂmi/Deria ditanÂtang pasangan Thailand, ApriaÂmon Nakornkan/Chatmanes Jankiaw.
Pekan lalu, di putaran pertama, Tami, yang dilatih ayahnya, memborong gelar tunggal dan ganda. Dengan hasil ini, hampir pasti Tami akan mendapat haÂdiah dari ITF untuk melakukan tour selama 5 minggu ke Eropa. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: