MUI Nilai Konser Bocelli Lukai Prinsip Kemanusiaan dan Diplomasi Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 01 November 2026, 14:28 WIB
MUI Nilai Konser Bocelli Lukai Prinsip Kemanusiaan dan Diplomasi Indonesia
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai penyelenggaraan konser penyanyi Andrea Bocelli di Jakarta telah melukai prinsip dasar diplomasi Indonesia.

"Hemat saya diplomasi budaya konser Bocelli justru telah melukai prinsip dasar diplomasi kita yaitu kemanusiaan, keadilan dan keadaban," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulis pada Minggu, 1 November 2026.

Dia menyayangkan keputusan pemerintah untuk tetap mengizinkan konser tersebut meskipun MUI telah menyampaikan masukan dan meminta agar keputusan itu ditinjau ulang. 

Menurut Sudarnoto, pemerintah kurang memberikan perhatian terhadap aspirasi MUI yang didukung berbagai elemen masyarakat.

Sorotan tersebut berkaitan dengan informasi yang dirujuk Sudarnoto dari pemberitaan Jews Journal mengenai keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel Defense Forces (IDF) pada 2010. Acara tersebut diselenggarakan Friends of IDF, kelompok pendukung militer Israel di Amerika Serikat.

"Jadi Bocelli adalah pendukung kelompok zionis, meskipun dia bukan zionis," tegasnya.

Sudarnoto menyayangkan pemerintah, promotor, bahkan pihak Bocelli sendiri tidak pernah memberikan penjelasan mengenai keterlibatan penyanyi tersebut dalam acara penggalangan dana itu.

Menurutnya, pemberitaan justru lebih banyak menonjolkan citra Bocelli sebagai penyanyi cinta damai, diplomasi budaya di Borobudur, keuntungan ekonomi, hingga bantuan 100 ribu pasang sepatu.

"Sayang tidak pernah ada penjelasan tentang konsernya untuk IDF. Kenapa? Seharusnya pemerintah mudah ubtuk menelusuri Bocelli dan penampilannya di tahun 2010," tegasnya.

Lebih jauh, Sudarnoto mengingatkan bahwa komitmen Indonesia membela Palestina harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas pernyataan diplomatik. 

"Membela Palestina, menghapuskan penjajah bukanlah sekedar pernyataan diplomatik, tapi langkah nyata dan kongkret," tegas Sudarnoto.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA