Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Minggu, 06 September 2026, 04:52 WIB
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar
Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Wahyu Hidayat membenarkan debu tebal yang mendadak muncul di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung merupakan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Betul, debu itu adalah abu vulkanik,” kata Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu 5 September 2026.

Wahyu menjelaskan, berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 19.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000ft teramati ke arah tenggara-selatan, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat, serta perairan sekitarnya,” jelasnya.

Kemudian, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft teramati ke arah barat daya-barat laut. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudera Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.

“Warga daerah sekitar sebaran abu vulkanik untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga memakai masker, serta mengurangi aktivitas outdoor. Pastikan update informasi terkini dari kanal resmi BMKG maupun instansi-instansi terkait,” sambungnya.

Periode Pengamatan

Pengamatan Gunung Anak Krakatau dilakukan pada 5 September 2026 pukul 12.00-18.00 WIB.

Gunung api yang dipantau adalah Anak Krakatau dengan ketinggian 157 mdpl yang berada di Lampung Selatan, Lampung.

Cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 27,4-28,1 derajat Celcius dengan kelembaban udara 69-70 persen.

Kondisi Visual dan Kegempaan

Secara visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Meski demikian, erupsi menerus masih terekam, sementara visual kolom erupsi tidak teramati. Untuk kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi 21.600 detik.

Selain itu, terdengar suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA