Dimaz menyampaikan, pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan memerlukan penyesuaian tarif. Sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan publik. Termasuk memaksimalkan kualitas dan perawatan satwa secara mandiri.
“Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat,” ujar Dimaz, Jumat, 4 September 2026.
Ia menegaskan, kenaikan tarif retribusi harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan. Dengan demikian, pengunjung TMR bisa memanfaatkan fasilitas.
“Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan,” tegas dia.
Dimaz menilai, usulan tarif masih terjangkau bagi masyarakat. Bahkan bila dibandingkan dengan tempat rekreasi lain di Jakarta.
“Kalau kita lihat dari pendapatan masyarakat Jakarta, seharusnya enggak mempengaruhi. Saya harap dengan tarif Rp10.000 itu masih ramah di kantong kalau kita bandingkan dengan wisata-wisata lain,” kata Dimaz.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Fajar Sauri menyambut positif dukungan rencana penyesuaian tarif retribusi tiket masuk TMR.
Kenaikan tarif untuk menunjang peremajaan fasilitas. Sehingga tidak menjadi beban APBD.
“Memang sudah pantasnya kita merevitalisasi semua fasilitas yang ada di sini. Pelan-pelan fasilitas sudah kita perbaiki, sangat berubah. Tentunya kita akan membuat suatu perubahan yang besar bagi pelayanan buat masyarakat,” tutur dia.
Fajar juga memastikan, perolehan pendapatan dari retribusi tiket akan kembali disalurkan untuk meningkatkan kualitas layanan umum. Termasuk memfasilitasi estetika kawasan wisata edukasi TMR.
“Harapannya, kenaikan itu bisa mendapatkan pendapatan buat Pemprov DKI dan apa yang kita berikan kepada masyarakat, warga, untuk datang ke sini dengan fasilitas yang sangat mantap,” pungkas Fajar.
BERITA TERKAIT: