Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, saat ini kondisi angkutan perairan belum optimal. Alhasil, kondisi tersebut turut berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat," ujar Budi, Kamis, 3 September 2026.
Budi menyebut, saat ini armada angkutan resmi baru mampu melayani sekitar 21 persen kebutuhan. Sementara sebagian besar pergerakan masih mengandalkan kapal tradisional yang standar kenyamanan dan keselamatannya belum seragam.
Bahkan, sepanjang 2026 telah terjadi tujuh kecelakaan yang melibatkan kapal tradisional. Menurut Budi, sejumlah kapal belum memenuhi standar keselamatan pelayaran dan kerap beroperasi melebihi kapasitas. Kesadaran masyarakat dalam menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung juga masih rendah.
Karena itu, Pemprov DKI menilai diperlukan sistem transportasi laut yang lebih baik, aman, nyaman, dan terintegrasi. Pengelolaan oleh Transjakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara Kepulauan Seribu dengan wilayah Jakarta lainnya.
"Pemprov DKI Jakarta saat ini bagaimana berusaha mengurangi ketimpangan yang ada antara Kepulauan Seribu dan juga di kota-kota di DKI Jakarta. Dalam rangka apa? Dalam rangka bagaimana Kepulauan Seribu tidak tertinggal di saat nanti Jakarta menjadi kota global," katanya.
BERITA TERKAIT: