Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton Pandjaitan mengungkap, kekuatan gempa susulan berada pada skala magnitudo variatif, dari terkecil 1,1 hingga yang terbesar mencapai 6,2.
"Gempa susulan sampai hari ini mencapai 5.688 kali. Bahkan untuk hari ini saja, ada 130 kali gempa yang dirasakan warga. Rangkaian gempa susulan ini menunjukkan pola temporal yang belum sederhana," kata Berton saat memberikan keterangan pers secara daring, Minggu, 23 Agustus 2026.
Berton memperkirakan, guncangan di wilayah NTT masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan.
"Gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu sejak gempa utama," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, BNPB mewanti-wanti masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan kewaspadaan, namun tidak mudah termakan informasi simpang siur.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan jangan terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Berton.
Guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, BNPB meminta seluruh elemen yang terlibat untuk memperkuat sinergi di lapangan.
"Seluruh pihak terkait harus menjaga koordinasi dengan baik demi memenuhi kebutuhan warga terdampak. Untuk para personel dan relawan di lapangan, tetap jaga kesehatan dan prioritaskan keselamatan," pintanya.
Hingga hari kesembilan pascagempa, dampak kerusakan dan jatuhnya korban jiwa tergolong masif. Data BNPB mencatat sebanyak 91 orang meninggal dunia, 1.286 warga mengalami luka-luka, dan 161.084 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai titik penampungan darurat.
BERITA TERKAIT: