Kirab tersebut mengusung tema “Momentum Persatuan Anak Bangsa: Kibarkan Merah Putih, Musnahkan Koruptor, Bersihkan Narkoba, Tegakkan Persatuan Tanpa Provokasi!”
Sejumlah elemen yang terlibat antara lain Muslimah Gerakan Pemuda Islam, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia, Himpunan Mahasiswa Batak Tangerang Selatan, Aktivis Connection, Solidaritas Pemuda Desa, serta Pemuda Papua Jabodetabek.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pawai kebangsaan dan pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan budaya, seperti ondel-ondel, kesenian angklung, dan tari Papua, serta orasi kebangsaan.
"Bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan bangsa. Salah satunya dengan mendorong pemberantasan korupsi, memerangi penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia," ujar Raja Agung salah satu perwakilan dari gerakan mahasiswa dan pemuda republik Indonesia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam momentum tersebut, para pemuda dan mahasiswa juga mengajak seluruh generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang dapat memecah belah persaudaraan.
"Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, persatuan dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan menyongsong masa depan," jelasnya.
semangat yang dibawa dalam kirab tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Generasi muda diharapkan terus mengambil peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat toleransi, serta membangun Indonesia yang bersih, aman, dan bersatu.
Kirab Merah Putih menjadi simbol kebersamaan pemuda dan mahasiswa dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan sekaligus menegaskan komitmen untuk terus menjaga Merah Putih dan persatuan anak bangsa.
BERITA TERKAIT: