Target itu disampaikan Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, saat menghadiri program BNI Sahabat Sekolah Rakyat bertajuk “Mimpi yang Diberi Ruang” di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 25 September 2026.
“Model BNI Sahabat Sekolah Rakyat ini layak direplikasi ke sekolah rakyat lain. Saya mohon kepada pimpinan BNI tidak di Makassar saja, tapi di seluruh sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 182 titik Sekolah Rakyat. Sebanyak 93 titik menggunakan gedung permanen, sedangkan sisanya masih memanfaatkan gedung sementara. Jumlah siswa yang mengikuti program tersebut mencapai lebih dari 44 ribu orang.
Menurut Gus Ipul, kolaborasi dengan BNI menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama melalui empat pilar program, yakni Cerdas Belajar, Cerdas Menabung, Cerdas Sekolah, dan Cerdas Mengelola Sampah.
“Atas nama Kementerian Sosial yang diberi tugas oleh Presiden untuk mengoperasionalkan Sekolah Rakyat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNI yang di usia ke-80 tahunnya memilih hadir untuk anak-anak kita, anak-anak Sekolah Rakyat,” katanya.
Gus Ipul mengatakan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Pemerintah berupaya menyiapkan mereka menjadi generasi yang mandiri, pintar, berkarakter, dan memiliki keterampilan.
Upaya tersebut, lanjutnya, tidak cukup hanya menyasar anak-anak. Keluarga mereka juga harus diberdayakan agar mampu mandiri sehingga kemiskinan antargenerasi dapat diputus.
“Negara tidak bisa bekerja sendirian dalam mengentaskan kemiskinan antargenerasi. Karena itu, diperlukan partisipasi dan kolaborasi seluruh pihak,” tegasnya.
Dalam program BNI Sahabat Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi para siswa. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dengan bank bukan hanya sebagai tempat menerima bantuan, tetapi juga sebagai sarana membangun kebiasaan menabung.
“Anak yang belajar menabung hari ini adalah pintu graduasi bagi keluarganya esok hari, anak yang bisa membedakan kebutuhan dan keinginan,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah rekening yang dibuka. Perubahan perilaku siswa menjadi indikator penting, termasuk kebiasaan belajar, kedisiplinan, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.
“Negara sudah membukakan pintu dan BNI sudah membukakan ruang. Tapi yang mengisi ruang itu adalah kalian sendiri, anak-anakku siswa sekolah rakyat. Caranya sederhana, belajar sungguh-sungguh, disiplin, jujur dan saling menjaga, saling menguatkan di sekolah dan di asrama,” jelasnya.
Gus Ipul juga mengajak BUMN, dunia usaha, dan mitra lainnya mengambil bagian dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Ia meminta seluruh bentuk dukungan dikoordinasikan dengan Kemensos agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho mengatakan, program BNI Sahabat Sekolah Rakyat membawa empat semangat utama.
Pertama, Cerdas Belajar melalui penguatan semangat belajar dan literasi keuangan. Kedua, Cerdas Menabung dengan membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.
Ketiga, Cerdas Sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital, salah satunya digitalisasi absensi siswa. Keempat, Cerdas Mengelola Sampah dengan menyediakan fasilitas pengelolaan sampah organik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami percaya bahwa investasi terhadap masa depan bangsa adalah investasi pada manusianya. Karena itu, BNI akan terus memperluas semangat BNI Sahabat Sekolah Rakyat, akan semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih potensinya secara optimal,” kata Eko.
Turut hadir Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman; Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan drg Andi Rachmatika Dewi; Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo; Kadinsos Provinsi Sulawesi Selatan Abd Malik Faisal; serta pejabat terkait lainnya.
BERITA TERKAIT: