Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) pada 2024, Indonesia mengirimkan kuota haji terbesar dalam sejarah dengan 241.000 jemaah, meningkat dari 203.320 jemaah pada 2023. Sementara untuk umrah, jumlah jemaah Indonesia mencapai 1,467 juta pada 2024, naik dari 1,37 juta pada 2023 dan 1,01 juta pada 2022.
Sehingga tak dapat dipungkiri, industri haji dan umrah Indonesia berada pada titik infleksi yang sangat strategis bagi pelaku bisnisnya dan memiliki prospek cemerlang hingga 2030.
Disinilah pelaku usahanya melakukan beragam inovasi dan layanan maksimal yang baik agar tetap diterima jemaah.
Jannah Firdaus (JF) berada di posisi ini, selalu melakukan inovasi dan maksimalisasi layanan kepada jamaah serta memberikan keamanan dan kenyamanan. Inilah yang kemudian menjadikan Jannah Firdaus eksis selama 23 tahun, berkiprah di Indonesia.
Berkaitan dengan potensi dan eksistensinya, JF melakukan kegiatan Manasik Bersama 1.000 jemaah sekaligus milad ke-23 Jannah Firdaus.
CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed mengatakan, travel Jannah Firdaus rutin melakukan kegiatan manasik bersama sebanyak 2-3 kali setiap tahunnya.
JF terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) serta mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015.
“Kepercayaan jemaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” kata Wael, dikutip Sabtu 3 Oktober 2026.
Hingga akhir tahun 2026, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah umrah dan haji plus ke Tanah Suci.
Target tersebut didukung oleh jaringan operasional yang luas, kerja sama internasional yang kuat, sistem pelayanan terpadu, serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan berkesan.
"Kami resmi menghadirkan Hotel Jannah Firdaus Makkah, sebuah hotel yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan jemaah," pungkas Wael.
BERITA TERKAIT: