Menjawab kesulitan warga yang sumur dan mata airnya mengering total akibat kemarau panjang, lembaga filantropi Ruang Amal Indonesia menyalurkan sebanyak 16.000 liter air bersih ke wilayah Bogor dan Sukabumi.
Bantuan air tangki tersebut menyasar dua lokasi terdampak cukup parah, yakni Desa Bantarsari di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, serta Desa Hegarmanah di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Secara keseluruhan, aksi tanggap darurat ini telah menjangkau lebih dari 1.300 jiwa yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan memperoleh akses air.
Proses pengiriman air dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki yang diarahkan langsung ke titik-titik penampungan warga lewat koordinasi bersama pemerintah desa. Air tersebut mendesak dibutuhkan masyarakat setempat untuk keperluan konsumsi, memasak, hingga sanitasi harian.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menegaskan bahwa pemenuhan akses air bersih merupakan langkah darurat yang harus segera dipenuhi ketika kekeringan melanda suatu wilayah.
"Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi penentu kesehatan, kebersihan, dan keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika sumber air mulai mengering akibat kemarau panjang, kehadiran bantuan air bersih menjadi bentuk ikhtiar untuk meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi," kata Slamet, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 29 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa aksi kemanusiaan ini tidak akan berhenti di Jawa Barat saja. Pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memetakan kebutuhan lanjutan warga, sekaligus mempersiapkan penyaluran ke daerah lain yang mengalami krisis serupa.
"Insya Allah minggu depan, kami juga akan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter untuk masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah," ujar Slamet.
Guna memperluas jangkauan penanganan dampak perubahan iklim ini, Ruang Amal Indonesia mengajak masyarakat dan para dermawan untuk saling memperkuat solidaritas. Sinergi antara publik, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan warga di tengah ancaman kemarau panjang.

BERITA TERKAIT: